Humas Masemba

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Program Rutin Kader Adiwiyata Pengumpulan Cangkang Telur untuk Daur Ulang di MTsN 9 Bantu

Program Rutin Kader Adiwiyata Pengumpulan Cangkang Telur untuk Daur Ulang di MTsN 9 Bantu

Program Rutin Kader Adiwiyata: Pengumpulan Cangkang Telur untuk Daur Ulang di MTsN 9 Bantul

Bantul (MTsN 9 Bantul) – Dalam upaya mewujudkan lingkungan madrasah yang bersih dan berkelanjutan, Kader Adiwiyata MTsN 9 Bantul secara konsisten menjalankan program pengumpulan dan pengolahan limbah cangkang telur, Jumat (24/07/2026). Program ini merupakan langkah nyata madrasah dalam mengurangi volume sampah sekaligus mengedukasi warga madrasah dan masyarakat sekitar mengenai praktik daur ulang yang inovatif dan bernilai guna.

Secara berkala, para Kader Adiwiyata yang merupakan perwakilan murid kelas VII, VIII, dan IX mengumpulkan sisa cangkang telur dari lingkungan madrasah dan masyarakat sekitar. Alih-alih berakhir di tempat pembuangan akhir, limbah organik yang kaya akan kalsium karbonat tersebut diolah menjadi produk yang bermanfaat, seperti pupuk organik penyubur tanah dan sabun cuci piring.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman. Murid diajak mengamati permasalahan limbah, mengolahnya melalui tahapan yang sistematis, hingga memahami manfaat nyata dari hasil daur ulang. Proses tersebut melatih kemampuan berpikir kritis sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Koordinator Tim Adiwiyata MTsN 9 Bantul, Zulisti Sudarojah, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga pembentukan karakter murid.

"Program daur ulang cangkang telur ini bukan sekadar aktivitas menjaga kebersihan lingkungan, melainkan sarana membentuk karakter. Kami ingin murid menggunakan nalar kritis untuk menciptakan solusi nyata sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian bumi. Ini menjadi bekal kecakapan hidup yang sangat berharga," jelas Zulisti Sudarojah.

Produk hasil olahan Kader Adiwiyata dimanfaatkan kembali untuk mendukung program lingkungan madrasah. Pupuk organik digunakan untuk menyuburkan tanaman di taman dan green house madrasah, sedangkan sabun cuci piring didistribusikan kepada masyarakat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam menyumbangkan cangkang telur.

Melalui konsistensi program ini, MTsN 9 Bantul berharap dapat terus menumbuhkan budaya peduli lingkungan serta mencetak generasi yang kreatif, bertanggung jawab, dan mampu menginspirasi masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan. (wwt)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post