Masuki Tahap Krusial, Murid MTsN 9 Bantul Oven dan Haluskan Cangkang Telur untuk Sabun
Masuki Tahap Krusial, Murid MTsN 9 Bantul Oven dan Haluskan Cangkang Telur untuk Sabun Cuci Piring Organik
Bantul (MTsN 9 Bantul) – Inovasi pengolahan limbah yang digagas Tim Adiwiyata MTsN 9 Bantul memasuki tahap baru. Setelah sebelumnya mengumpulkan, mencuci, dan menjemur limbah cangkang telur dari lingkungan sekitar, para murid kini melanjutkan proses pembuatan sabun cuci piring organik dengan mengoven dan menghaluskan cangkang telur, Jumat (21/08/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna. Kegiatan ini sekaligus mengenalkan penerapan sains dan semangat kewirausahaan berbasis lingkungan kepada murid.
Pada tahap ini, cangkang telur yang telah dibersihkan dan dikeringkan dipanaskan menggunakan oven. Proses tersebut bertujuan mengurangi kelembapan sekaligus membantu menyiapkan cangkang agar lebih kering dan rapuh sehingga mudah dihaluskan. Setelah proses pengovenan selesai, murid menghancurkan cangkang menggunakan blender hingga menjadi serbuk halus.
Serbuk tersebut kemudian disaring untuk memperoleh tekstur yang sesuai sebagai salah satu bahan dalam pembuatan sabun cuci piring. Tahapan ini membutuhkan ketelitian karena kualitas dan tingkat kehalusan serbuk akan memengaruhi proses pengolahan pada tahap berikutnya.
Kepala MTsN 9 Bantul, Siti Solichah, mengapresiasi ketekunan para murid dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan. Menurutnya, inovasi tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar melalui pengalaman nyata sekaligus memahami pemanfaatan bahan yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah.
“Pembuatan sabun organik ini bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga praktik langsung sains terapan. Anak-anak belajar bahwa cangkang telur mengandung kalsium karbonat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan abrasif ringan untuk membantu membersihkan noda pada peralatan makan,” jelasnya.
Kegiatan tersebut juga mendapat antusiasme dari para murid. Mereka dapat mengamati secara langsung perubahan limbah cangkang telur yang semula tidak terpakai menjadi serbuk yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk ramah lingkungan. Serbuk yang telah dihaluskan dan disaring nantinya akan memasuki tahapan berikutnya, yakni pencampuran dengan bahan dasar sabun.
Guru pendamping Tim Adiwiyata MTsN 9 Bantul, Wiwit Lestari, mengatakan bahwa proses pengolahan cangkang telur juga melatih ketelitian dan kerja sama murid.
“Kami bangga melihat murid-murid sangat teliti, mulai dari memastikan proses pengovenan hingga menyaring serbuk agar mendapatkan tekstur terbaik untuk sabun cuci piring. Ini menjadi salah satu bentuk nyata pendidikan karakter yang menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Melalui inovasi tersebut, limbah cangkang telur tidak lagi berakhir sebagai sampah, tetapi memperoleh nilai guna baru. Setelah serbuk cangkang siap, Tim Adiwiyata akan melanjutkan proses produksi hingga menghasilkan sabun cuci piring organik yang dapat dimanfaatkan di lingkungan madrasah.
Ke depan, produk tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan kebersihan internal MTsN 9 Bantul sekaligus dikembangkan sebagai salah satu inovasi lingkungan madrasah yang berpeluang dipamerkan dalam ajang inovasi pelajar di tingkat kabupaten maupun provinsi. (wwt)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
