Bangun kesadaran beribadah i'tikaf,siswa kelas 8F MTsN 6 Bantul lakukan wawancara
Bantul,13 Januari 2026,Siswa 8F MTsN 6 Bantul Bangun Kesadaran Beribadah dengan Belajar I’tikaf dari Pengalaman Nyata.
Pembelajaran bermakna tidak selalu lahir dari buku teks. Terkadang, pengalaman nyata justru menjadi jembatan utama dalam menumbuhkan kesadaran. Inilah yang dialami siswa kelas 8F MTsN 6 Bantul ketika mereka mendapat tugas mata pelajaran Fikih untuk menggali pengalaman pelaksanaan i’tikaf secara langsung.
Melalui tugas ini, Fakhri, Mada, Nino, dan Ibnu mewawancarai Ibu Fauka Nurul, guru Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) MTsN 6 Bantul, yang telah memiliki pengalaman melaksanakan i’tikaf. Dari perbincangan tersebut, para siswa tidak hanya memperoleh pemahaman tentang pengertian i’tikaf, tetapi juga belajar memaknainya sebagai proses mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan.
“I’tikaf menjadi sarana untuk membentuk pribadi yang lebih baik dan lebih fokus dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tutur Ibu Fauka Nurul saat berbagi pengalaman.
Bagi para siswa, pembelajaran ini terasa berbeda. Mereka tidak sekadar menghafal konsep ibadah, tetapi diajak untuk memahami nilai dan kesadarannya. Mada mengungkapkan bahwa tugas ini memberikan pengalaman berharga. “Kami senang mendapat tugas ini karena bisa mengetahui pengalaman seseorang yang telah melaksanakan i’tikaf. Kegiatan ini juga melatih rasa percaya diri, keberanian, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Pengalaman langsung tersebut turut menumbuhkan kesadaran beribadah pada diri siswa. Nino menyampaikan bahwa pembelajaran menjadi lebih bermakna karena bersumber dari kisah nyata. “Belajar berkesadaran muncul karena kami mendapatkan pengalaman langsung dari orang yang telah melaksanakan i’tikaf, bukan hanya dari teori,” katanya.
Guru Fikih kelas 8F, Ibu Isti, mengapresiasi kesungguhan siswa dalam menyelesaikan tugas tersebut. Menurutnya, pembelajaran berbasis pengalaman nyata mampu menguatkan pemahaman sekaligus pengamalan ajaran agama. “Tugas ini sangat bermanfaat agar siswa tidak hanya memahami ajaran Islam secara kognitif, tetapi juga mampu memaknainya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Kepala MTsN 6 Bantul,sugiyono menegaskan “Kami mendorong guru untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual dan akhlak peserta didik. Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu menjadi ruang tumbuhnya nilai-nilai keimanan, tanggung jawab, dan refleksi diri,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, pembelajaran Fikih di MTsN 6 Bantul menjadi ruang bagi tumbuhnya kesadaran spiritual siswa. I’tikaf tidak lagi sekadar dipahami sebagai ibadah sunnah di bulan Ramadan, tetapi sebagai proses refleksi diri yang membentuk karakter, tanggung jawab, dan kedekatan kepada Sang Pencipta.(Fau/ewh).
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
