Guru IPS MTsN 6 Bantul, Mamur Amprani Ikuti Klinik Pengetahuan PINTAR Short Course Ekot
Bantul (MTs N 6 Bantul) – Pada Rabu (11/02/26) dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-80, Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Keagamaan, Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Kementerian Agama RI, menyelenggarakan rangkaian kegiatan Smart HAB melalui program Klinik Pengetahuan PINTAR – Short Course Ekoteologi.
Guru IPS MTsN 6 Bantul, Ma’mur Amprani turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen meningkatkan kompetensi dan wawasan keilmuan, khususnya dalam merespons isu-isu lingkungan dari perspektif keagamaan.
Krisis lingkungan yang semakin nyata—mulai dari perubahan iklim, kerusakan ekosistem, hingga krisis pangan dan air—menjadi tantangan global yang membutuhkan solusi komprehensif. Dalam konteks ini, agama tidak hanya dipahami secara normatif, tetapi juga dituntut hadir secara transformatif.
Agama memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ekologis, menanamkan etika lingkungan, serta meneguhkan tanggung jawab moral manusia sebagai khalifah di bumi.
Melalui Klinik Pengetahuan PINTAR – Short Course Ekoteologi, Kementerian Agama menghadirkan ruang pembelajaran yang reflektif dan dialogis untuk menggali konsep ekoteologi sebagai pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, dan kelestarian lingkungan. Ekoteologi tidak hanya menjadi wacana teologis, tetapi juga landasan praksis dalam kehidupan sosial, kebijakan publik, serta pelayanan keagamaan.
Kegiatan ini dikemas dalam bentuk short course interaktif yang mempertemukan pemikiran strategis dan pengalaman praktis dari para narasumber kompeten. Para peserta, termasuk Ma’mur, diajak merefleksikan peran personal dan institusional—khususnya sebagai ASN di lingkungan Kementerian Agama—dalam mendorong perubahan perilaku, penguatan kebijakan, serta gerakan nyata pelestarian lingkungan.
Ma’mur menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan pembelajaran IPS di madrasah. “Sebagai guru IPS, saya melihat ekoteologi dapat menjadi penguatan nilai dalam pendidikan karakter siswa, terutama dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan berbasis ajaran agama,” ujarnya.
Kepala MTsN 6 Bantul, Bapak Sugiyono, S.Pd., memberikan dukungan penuh terhadap keikutsertaan guru dalam kegiatan pengembangan kompetensi tersebut. Beliau berharap ilmu dan wawasan yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam pembelajaran serta budaya madrasah yang peduli lingkungan.
Melalui klinik pengetahuan ini, diharapkan tumbuh kesadaran ekologis berbasis nilai keagamaan yang mampu diterjemahkan dalam praktik pelayanan publik, penyuluhan keagamaan, pendidikan, dan kehidupan bermasyarakat secara berkelanjutan. MTsN 6 Bantul pun terus berkomitmen menjadi madrasah yang adaptif, berwawasan lingkungan, serta berlandaskan nilai-nilai moderasi beragama.(amp-nan)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
