Jaga Keseimbangan Tubuh, Siswa Kelas 7C MTsN 6 Bantul Antusias Lakukan Sirkuit Training
BANTUL – Upaya menjaga kebugaran, keseimbangan, dan kelincahan tubuh terus digalakkan di MTsN 6 Bantul. Salah satunya melalui kegiatan sirkuit training yang diikuti seluruh siswa kelas 7C, Senin (4/5/2026) pagi.
Bertempat di halaman madrasah, kegiatan ini dipandu langsung oleh Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Galih Bekti Nugroho. Sejak pukul 07.00 WIB, siswa-siswi kelas 7C tampak bersemangat mengikuti setiap pos latihan yang telah disiapkan.
Galih menjelaskan, sirkuit training dipilih karena efektif melatih beberapa komponen kebugaran sekaligus dalam waktu singkat. “Tujuan utamanya menjaga keseimbangan tubuh, kesegaran jasmani, dan kelincahan siswa. Dengan sirkuit training, anak-anak bergerak dari satu pos ke pos lain tanpa jeda panjang, jadi denyut jantung terjaga,” terangnya.
Ada 6 pos yang harus dilalui siswa secara bergantian. Di antaranya lompat zig-zag untuk kelincahan, balance beam sederhana untuk melatih keseimbangan, push-up untuk kekuatan otot lengan, skipping untuk daya tahan jantung, sit-up untuk otot perut, dan lari bolak-balik jarak pendek. Setiap pos dilakukan selama 45 detik dengan istirahat 15 detik sebelum berpindah ke pos berikutnya.
Meski berkeringat, para siswa mengaku senang dan merasakan manfaatnya langsung. “Awalnya capek, tapi badan jadi lebih enteng. Ternyata susah juga jaga keseimbangan waktu di pos balok titian,” kata Nadia, siswi kelas 7C sambil tersenyum.
Temannya, Rafi, menambahkan, “Latihannya seru karena ganti-ganti gerak. Nggak bosen. Kata Pak Galih, kalau rutin bisa bikin badan nggak gampang lemas pas pelajaran.”
Galih menegaskan bahwa sirkuit training akan menjadi program rutin mapel PJOK, terutama untuk siswa kelas 7 sebagai pondasi kebugaran. “Di usia mereka, keseimbangan dan kelincahan penting dilatih. Ini juga melatih fokus dan disiplin. Harapannya siswa jadi lebih bugar, tidak mudah mengantuk di kelas, dan siap mengikuti pembelajaran,” jelasnya.
Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, mengapresiasi inovasi pembelajaran PJOK ini. “Menjaga keseimbangan tubuh itu penting, bukan hanya fisik tapi juga mental. Anak yang bugar akan lebih siap menerima ilmu. Terima kasih Pak Galih dan anak-anak 7C yang luar biasa,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan pendinginan dan refleksi bersama. Pihak madrasah berharap model pembelajaran aktif seperti ini bisa memotivasi siswa untuk terus membiasakan pola hidup sehat dan aktif bergerak.(Fau/elw)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
