Humas_matsanaba

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Semangat Gotong Royong Warnai Pendirian Tenda Pertasigalang XXIX MTsN 6 Bantul
Semangat Gotong Royong Warnai Pendirian Tenda Pertasigalang XXIX MTsN 6 Bantul

Semangat Gotong Royong Warnai Pendirian Tenda Pertasigalang XXIX MTsN 6 Bantul

Karakter suka bekerja sama tampak kuat dalam pelaksanaan Perkemahan Prestasi Penggalang (Pertasigalang) XXIX yang diselenggarakan oleh Gugus Depan (Gudep) Bantul 07.035–07.036 pangkalan MTsN 6 Bantul. Kegiatan yang berlangsung di Bumi Perkemahan Lindu Gedhe, Klaten, Jawa Tengah tersebut menjadi ajang pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kekompakan antarpeserta didik melalui kegiatan kepramukaan.

Perkemahan tahunan ini dilaksanakan selama tiga hari dua malam, dimulai pada Jumat (22/5/2026) hingga Minggu (24/5/2026). Sejak hari pertama kegiatan, suasana kebersamaan sudah terlihat ketika para penggalang mulai mendirikan tenda perkemahan masing-masing regu. Seluruh anggota regu tampak saling membantu dan bekerja sama membagi tugas agar tenda dapat berdiri dengan baik dan tepat waktu.

Ada yang bertugas memasang tiang, mengikat tali, menyiapkan pasak, hingga merapikan perlengkapan di dalam tenda. Semangat gotong royong dan saling bahu membahu terlihat jelas di setiap sudut area perkemahan. Para peserta menunjukkan bahwa keberhasilan dalam kegiatan kepramukaan tidak dapat dicapai secara individu, melainkan membutuhkan kekompakan dan kerja sama tim yang baik.

Pembina Pramuka MTsN 6 Bantul, Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa kegiatan mendirikan tenda menjadi salah satu sarana efektif untuk menanamkan nilai kerja sama kepada peserta didik. Menurutnya, pendidikan karakter dalam kepramukaan tidak hanya diberikan melalui materi, tetapi juga melalui praktik langsung di lapangan.

“Pada saat mendirikan tenda, anak-anak belajar untuk saling membantu, berkomunikasi, dan bekerja sama dalam regu. Nilai-nilai seperti tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama sangat terlihat dalam kegiatan ini,” ungkap Muhammad Yusuf.

Ia juga menambahkan bahwa Pertasigalang bukan sekadar kegiatan berkemah, tetapi menjadi media pembelajaran karakter bagi para penggalang agar mampu menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, dan memiliki jiwa kebersamaan.

Sementara itu, Kamabigus MTsN 6 Bantul, Sugiyono, memberikan apresiasi atas semangat dan kekompakan yang ditunjukkan para peserta selama kegiatan berlangsung. Ia menilai sikap kerja sama yang ditampilkan siswa merupakan implementasi nyata pendidikan karakter yang terus dikembangkan di madrasah.

“Kami sangat bangga melihat semangat kebersamaan anak-anak dalam kegiatan ini. Mereka belajar untuk saling mendukung dan memahami pentingnya kerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Nilai-nilai seperti inilah yang ingin terus ditanamkan melalui kegiatan Pramuka,” tutur Sugiyono.

Melalui kegiatan Pertasigalang XXIX ini, MTsN 6 Bantul berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman berkemah, tetapi juga mampu mengembangkan karakter positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di masyarakat.(jks/ewh)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post