Humas_matsanaba

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tim Riset MTsN 6 Bantul Kembangkan Permen Jelly Buah Kepel sebagai Camilan Fungsional Kaya
Tim Riset MTsN 6 Bantul Kembangkan Permen Jelly Buah Kepel sebagai Camilan Fungsional Kaya Antioksidan

Tim Riset MTsN 6 Bantul Kembangkan Permen Jelly Buah Kepel sebagai Camilan Fungsional Kaya

Bantul (MTsN 6 Bantul) — Tim riset siswa MTsN 6 Bantul terus menunjukkan inovasi dalam bidang pangan fungsional. Pada Rabu, 17 Juni 2026, mereka melaksanakan praktikum penelitian bertajuk “Optimasi Permen Jelly Berbasis Buah Kepel sebagai Sumber Antioksidan Alami untuk Preferensi Konsumen Remaja” di lingkungan madrasah.

Penelitian ini diketuai oleh M. Azzam Al Asy’ari dengan anggota M. Rafif Arkana. Kegiatan praktikum dilakukan di laboratorium dan area sekitar madrasah, dengan memanfaatkan buah kepel (Stelechocarpus burahol) yang tumbuh subur di halaman MTsN 6 Bantul sebagai bahan utama penelitian.

Ketua tim, Azzam, menjelaskan bahwa penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap buah kepel yang kurang diminati oleh masyarakat, khususnya remaja. “Kami ingin mengubah citra buah kepel menjadi produk yang lebih menarik dan disukai, salah satunya dengan mengolahnya menjadi permen jelly,” ungkapnya.

Pemanfaatan buah kepel dalam bentuk permen jelly menjadi inovasi yang menarik, karena mampu menggabungkan nilai kesehatan dengan cita rasa yang disukai oleh kalangan remaja. Proses penelitian diawali dengan studi literatur untuk menggali informasi mengenai kandungan dan manfaat buah kepel. Selanjutnya, tim melakukan serangkaian uji coba pengolahan buah kepel menjadi permen jelly dengan berbagai variasi rasa, tekstur, dan tingkat kekenyalan, guna menemukan formula terbaik yang sesuai dengan selera remaja.

Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, memberikan apresiasi atas kreativitas dan semangat inovasi para siswa. “Kami sangat bangga dengan upaya tim riset yang mampu mengangkat potensi lokal menjadi produk bernilai tambah. Ini merupakan langkah nyata dalam menumbuhkan budaya riset di madrasah serta membekali siswa dengan keterampilan abad 21,” tuturnya.

Sementara itu, pembimbing riset, Novrita, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan ilmiah siswa, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. “Melalui penelitian ini, siswa belajar bahwa potensi yang ada di sekitar kita, seperti buah kepel, dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat. Harapannya, mereka tidak hanya menjadi pembelajar, tetapi juga inovator muda,” jelasnya.

Dengan adanya penelitian ini, MTsN 6 Bantul kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan budaya ilmiah dan kreativitas siswa, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal menjadi produk inovatif yang bernilai guna tinggi.(nov)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post