Humas_matsanaba

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Guru dan Tendik MTsN 6 Bantul Hadiri Pelatihan Penggunaan Bahasa Indonesia pada Tata Naska
Guru dan Tendik MTsN 6 Bantul Hadiri Pelatihan Penggunaan Bahasa Indonesia pada Tata Naskah Dinas dan Publikasi

Guru dan Tendik MTsN 6 Bantul Hadiri Pelatihan Penggunaan Bahasa Indonesia pada Tata Naska

Bantul (MTsN 6 Bantul) — Guru dan tenaga kependidikan MTsN 6 Bantul mengikuti Pelatihan Penggunaan Bahasa Indonesia pada Tata Naskah Dinas dan Publikasi yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul pada Kamis (9/7/2026) di Aula MAN 1 Bantul. Kegiatan dibuka oleh Aminuddin selaku Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Dalam sambutannya, Aminuddin menyatakan bahwa peserta yang diikutkan sebanyak 51 orang. “Salah ketik dampaknya sangat bahaya. Meski sepele, tetapi perlu diperhatikan dalam penulisannya.” tutur Aminuddin. Acara dibuka dengan bacaan basmallah.

Pelatihan ini diikuti oleh utusan dari MIN, MTsN, MAN, dan Kantor Urusan Agama se-Kabupaten Bantul. Para peserta menyimak paparan materi dari narasumber dengan intensif sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas administrasi dan publikasi di satuan kerja masing-masing. Narasumber kegiatan berasal dari Balai Bahasa Yogyakarta, yaitu Wahyu Sekar Sari dan Fahma Ainur Riska. Keduanya menyampaikan materi mengenai penggunaan bahasa baku, penerapan ejaan Bahasa Indonesia, pemilihan kata yang tepat, serta penyusunan kalimat efektif dalam tata naskah dinas dan publikasi. “Salah satu jenis naskah yang digunakan dalam kedinasan, misalnya peraturan perundang-undangan, SK, surat tugas, surat keputusan, surat keterangan, dan lain-lain wajib menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar,” tandas Sekar.

MTsN 6 Bantul mengirimkan Rina Harwati sebagai perwakilan guru dan Rizqi Agustiana sebagai perwakilan tenaga kependidikan. Keduanya mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian serta menyimak materi-materi yang disampaikan oleh para narasumber. Materi pelatihan memberikan penguatan kepada peserta mengenai pentingnya ketelitian dalam menyusun surat dinas, laporan kegiatan, berita, dan berbagai informasi resmi lainnya. Tata naskah dinas sebagai dokumen resmi lembaga perlu ditulis dengan bahasa yang jelas, santun, ringkas, serta sesuai kaidah kebahasaan.

Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono berharap bahwa ilmu yang didapat oleh kedua utusan dari madrasah dapat diaplikasikan dalam penyusunan naskah dinas dan publikasi. “Guru dan tendik diiharapkan dapat menerapkan materi yang diperoleh dalam kegiatan administrasi maupun publikasi madrasah. Dengan demikian, kualitas layanan administrasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat dapat terus meningkat,” tandas Sugiyono. (rin)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post