Guru Bahasa Jawa MTsN 6 Bantul Kemas Pembelajaran Interaktif Asesor Supervisi Sampaikan A
Bantul (MTsN 6 Bantul) – Guru mata pelajaran Bahasa Jawa MTsN 6 Bantul, Farida, melaksanakan pembelajaran yang aktif dan interaktif saat menyampaikan materi Pitepangan lan Nyapa Aruh di kelas VIIA, Selasa (11/8/2026). Pembelajaran tersebut mendapatkan apresiasi dari Rina Harwati selaku asesor supervisi. Sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan, Farida telah mengirimkan modul ajar yang terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan program Adiwiyata. Saat pelaksanaan pembelajaran, seluruh tahapan yang tercantum dalam modul ajar berhasil diterapkan dengan baik.
Dalam kegiatan belajar mengajar, Farida memanfaatkan berbagai media pembelajaran berbasis teknologi. Penggunaan Interactive Flat Panel menjadi salah satu sarana yang mampu meningkatkan partisipasi siswa selama pembelajaran berlangsung. "Bu Farida pandai memanfaatkan media pembelajaran yang ada. Dengan memakai Interactive Flat Panel dalam KBM, siswa dituntut aktif menggunakannya. Di samping itu, ia juga menggunakan Wordwall untuk memberikan asesmen tentang tata cara sapa aruh. Pembelajarannya keren," tutur Rina.
Selain memanfaatkan teknologi digital, Farida juga membagikan lembar kerja peserta didik (LKPD) sebagai sarana penilaian formatif. LKPD tersebut dikerjakan secara berkelompok sehingga siswa dapat berdiskusi dan saling bertukar pendapat dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Tayangan presentasi interaktif juga digunakan untuk menggali keaktifan siswa. Berbagai aktivitas pembelajaran yang diterapkan membuat suasana kelas menjadi lebih hidup. Selama dua jam pelajaran, kegiatan belajar mengajar berlangsung secara dinamis dan melibatkan seluruh siswa.
Sementara itu, Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, mengaku bangga terhadap kemampuan guru dalam mengikuti perkembangan dunia pendidikan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembelajaran. "Di MTsN 6 Bantul tidak ada lagi guru yang dominan menggunakan metode ceramah. Suasana kelas menjadi hidup dan anak-anak senang belajar," tandas Sugiyono. Menurutnya, inovasi yang dilakukan para guru merupakan salah satu bentuk komitmen madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pembelajaran yang aktif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. (rin)Bantul (MTsN 6 Bantul) – Guru mata pelajaran Bahasa Jawa MTsN 6 Bantul, Farida, melaksanakan pembelajaran yang aktif dan interaktif saat menyampaikan materi Pitepangan lan Nyapa Aruh di kelas VIIA, Selasa (11/8/2026). Pembelajaran tersebut mendapatkan apresiasi dari Rina Harwati selaku asesor supervisi. Sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan, Farida telah mengirimkan modul ajar yang terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan program Adiwiyata. Saat pelaksanaan pembelajaran, seluruh tahapan yang tercantum dalam modul ajar berhasil diterapkan dengan baik.
Dalam kegiatan belajar mengajar, Farida memanfaatkan berbagai media pembelajaran berbasis teknologi. Penggunaan Interactive Flat Panel menjadi salah satu sarana yang mampu meningkatkan partisipasi siswa selama pembelajaran berlangsung. "Bu Farida pandai memanfaatkan media pembelajaran yang ada. Dengan memakai Interactive Flat Panel dalam KBM, siswa dituntut aktif menggunakannya. Di samping itu, ia juga menggunakan Wordwall untuk memberikan asesmen tentang tata cara sapa aruh. Pembelajarannya keren," tutur Rina.
Selain memanfaatkan teknologi digital, Farida juga membagikan lembar kerja peserta didik (LKPD) sebagai sarana penilaian formatif. LKPD tersebut dikerjakan secara berkelompok sehingga siswa dapat berdiskusi dan saling bertukar pendapat dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Tayangan presentasi interaktif juga digunakan untuk menggali keaktifan siswa. Berbagai aktivitas pembelajaran yang diterapkan membuat suasana kelas menjadi lebih hidup. Selama dua jam pelajaran, kegiatan belajar mengajar berlangsung secara dinamis dan melibatkan seluruh siswa.
Sementara itu, Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, mengaku bangga terhadap kemampuan guru dalam mengikuti perkembangan dunia pendidikan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembelajaran. "Di MTsN 6 Bantul tidak ada lagi guru yang dominan menggunakan metode ceramah. Suasana kelas menjadi hidup dan anak-anak senang belajar," tandas Sugiyono. Menurutnya, inovasi yang dilakukan para guru merupakan salah satu bentuk komitmen madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pembelajaran yang aktif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. (rin)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
