Guru IPA MTsN 6 Bantul Ikuti Study Belajar Fisika di Lab Pendidikan UAD
Bantul (MTs N 6 Bantul) - Tiga guru IPA MTsN 6 Bantul, yaitu Dian, Joko, dan Ihsan, mengikuti kegiatan study pembelajaran fisika menyenangkan bersama pengurus dan anggota MGMP IPA MTs Kabupaten Bantul di Laboratorium Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.45 hingga 15.30 tersebut diikuti oleh pengurus dan anggota MGMP IPA MTs Kabupaten Bantul yang diketuai oleh Joko Setiawan. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para guru untuk ngangsu kawruh sekaligus menggali inspirasi pembelajaran IPA yang sederhana, bermakna, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Rombongan MGMP IPA MTs Kabupaten Bantul diterima oleh Eko Nursulistyo, M.Pd., selaku narasumber sekaligus Ketua Program Studi S1 Fisika UAD. Kedatangan para guru juga disambut oleh Dr. Muhammad Thoifur, Ketua Program Studi S2 Fisika UAD, yang menyampaikan visi, misi, serta berbagai layanan dan kemudahan bagi para guru yang ingin melanjutkan studi Fisika jenjang S2 di UAD.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua MGMP IPA MTs Kabupaten Bantul, Joko Setiawan, menyampaikan maksud kegiatan untuk kembali ngangsu kawruh, khususnya dalam pemanfaatan alat dan bahan sederhana yang dapat digunakan untuk menjadikan pembelajaran IPA lebih bermakna dan menyenangkan.
"Harapannya kami mendapatkan inspirasi dan pengalaman baru tentang bagaimana alat-alat sederhana dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan pembelajaran IPA yang menarik bagi siswa," ungkap Joko.
Eko Nursulistyo, M.Pd. yang sebelumnya juga pernah memberikan pelatihan coding kepada para guru, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan keterbukaannya untuk menerima guru maupun siswa yang ingin belajar bersama di Laboratorium Pendidikan Fisika UAD.\
Salah satu kegiatan adalah demonstrasi prinsip keseimbangan dengan menggunakan tiga tusuk sate, satu sumpit, dan tiga balok plastisin. Peserta juga mempraktikkan konsep pusat massa dengan memanfaatkan kaleng, botol Sprite, dan air.
Percobaan lainnya berupa pembuatan elektroskop sederhana menggunakan aluminium foil atau grenjeng, kabel atau tembaga bekas, balon, tisu, dan gelas plastik. Para guru juga diajak membuktikan gaya gesek kertas buku yang ternyata mampu digunakan untuk mengangkat kursi, mempraktikkan prinsip Bernoulli, serta berbagai demonstrasi fisika lainnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para guru tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi juga mempraktikkannya sendiri dalam kelompok dan kemudian mendemonstrasikan hasil percobaan di hadapan seluruh peserta. Suasana belajar pun berlangsung cair, interaktif, dan penuh kegembiraan.
Tiga guru dari MTsN 6 Bantul, yakni Dian, Joko, dan Ihsan, tampak aktif mengikuti kegiatan sejak awal hingga akhir. Mereka terlibat langsung dalam setiap percobaan, diskusi, maupun demonstrasi yang dilakukan.
Di sela-sela praktik, Pak Eko juga membuka ruang diskusi dengan mengajak para peserta mengidentifikasi prinsip-prinsip IPA yang mendasari setiap percobaan. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada permainan atau demonstrasi semata, tetapi tetap menguatkan pemahaman konsep yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas.
Waktu yang terbatas membuat kegiatan harus diakhiri pada pukul 15.30, meskipun peserta masih antusias dan bahkan telah mendapatkan tambahan demonstrasi ekstra. Sebelum meninggalkan lantai 5, Pak Eko memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk berkunjung ke laboratorium fisika lainnya. (ihsan)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
