Praktik Menyunting Tanda Baca, Guru Bahasa Indonesia MTsN 6 Bantul Terapkan Gallery Walk d
Bantul (MTsN 6 Bantul) – Guru Bahasa Indonesia MTsN 6 Bantul, Susi Puspita Sari, menerapkan model pembelajaran discovery learning pada materi menyunting tanda baca di kelas VIIIB, Selasa (18/8/2026). Pembelajaran yang berlangsung selama dua jam pelajaran tersebut disupervisi oleh rekan sejawat, Rina Harwati. Pada awal pembelajaran, Susi menyajikan sebuah teks utuh yang belum dilengkapi tanda baca. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk mengamati dan menganalisis teks guna menemukan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan penggunaan tanda baca.
Selanjutnya, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi. Setiap kelompok memperoleh potongan-potongan kalimat yang disusun secara acak. Tugas mereka adalah menyusun kembali kalimat-kalimat tersebut menjadi sebuah teks yang runtut, kemudian membubuhkan tanda baca sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Kegiatan diskusi berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa saling bertukar pendapat untuk menentukan susunan kalimat yang tepat sekaligus memperbaiki penggunaan tanda baca pada teks yang mereka kerjakan.
Pada tahap mengomunikasikan hasil diskusi, Susi menerapkan metode Gallery Walk. Hasil pekerjaan setiap kelompok dipajang di beberapa sudut kelas untuk diamati oleh kelompok lain. Para siswa kemudian berkeliling untuk membaca, mengamati, serta memberikan kritik dan saran terhadap hasil pekerjaan teman-temannya. Metode Gallery Walk menjadikan pembelajaran lebih interaktif karena setiap kelompok tidak hanya mempresentasikan hasil pekerjaannya, tetapi juga memperoleh umpan balik dari kelompok lain. Kegiatan tersebut mendorong siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan berani mengemukakan pendapat.
Pada kesempatan itu, Rina Harwati selaku asesor menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan pembelajaran yang berlangsung dengan lancar dan menyenangkan. "Selamat, Bu Susi, telah membawakan pembelajaran dengan sangat menyenangkan dan berpusat pada peserta didik," tutur Rina.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono. Menurutnya, pembelajaran yang memberikan ruang kepada siswa untuk aktif berpartisipasi perlu terus dikembangkan."Inilah pembelajaran yang menggembirakan. Para siswa tidak hanya disuguhkan pada paradigma lama, yakni ceramah. Seluruh kemampuan anak dikerahkan, baik sisi psikomotor maupun kognitifnya. Semoga bisa menginspirasi guru lain untuk menyampaikan pembelajaran yang sama," tandas Sugiyono. (rin)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan