Humas_matsanaba

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Amanat Pembina Upacara MTsN 6 Bantul Prestasi Tidak Selalu tentang Piala
Amanat Pembina Upacara MTsN 6 Bantul: Prestasi Tidak Selalu tentang Piala

Amanat Pembina Upacara MTsN 6 Bantul Prestasi Tidak Selalu tentang Piala

Bantul, (MTsN 6 Bantul) - Upacara bendera di MTsN 6 Bantul pada Senin, 14 September 2026, berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Bertindak sebagai pembina upacara, Novrita, S.Pd., M.Pd., menyampaikan amanat dengan tema “PRESTASI – Prestasi Setiap Siswa Setiap Hari”.

Dalam amanatnya, Novrita mengajak seluruh siswa untuk memaknai prestasi secara lebih luas. Prestasi tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk piala, medali, sertifikat, ataupun nilai akademik yang tinggi. Menurutnya, setiap siswa memiliki kesempatan untuk menunjukkan prestasi melalui perubahan positif dan kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari.

Upacara diikuti oleh Kepala MTsN 6 Bantul Sugiyono, S.Pd., Kepala Tata Usaha Muhamad Yasin Nurtanto, S.T., Bapak/Ibu Guru dan Tenaga Kependidikan, mahasiswa PK UNY Tahun 2026, serta seluruh siswa-siswi MTsN 6 Bantul.

Pada awal amanat, Novrita memberikan apresiasi kepada seluruh petugas upacara yang telah melaksanakan tugas dengan baik. Keberanian untuk tampil, kesediaan berlatih, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas merupakan bagian dari prestasi yang patut dihargai.

Novrita kemudian memperkenalkan kembali makna PRESENTASI (Prestasi Setiap Siswa Setiap Hari) sebagai pengingat bahwa setiap siswa memiliki kesempatan untuk berprestasi setiap hari. Setiap anak mempunyai potensi yang berbeda, baik dalam bidang akademik, olahraga, seni, musik, penelitian, teknologi, organisasi, maupun bidang lainnya.

Ia juga mengingatkan bahwa prestasi tidak selalu harus terlihat di atas panggung. Siswa yang membantu teman, bersikap sopan, membuat orang lain bahagia, dan mampu berkata jujur meskipun memiliki kesempatan untuk berbohong, juga telah menunjukkan sebuah prestasi.

Dalam kehidupan sehari-hari di madrasah, berbagai tindakan sederhana juga dapat menjadi bentuk prestasi. Tersenyum dan menyapa Pak Satpam, datang tepat waktu, berani tampil di depan kelas, serta memungut sampah dan membuangnya ke tempat sampah merupakan contoh perubahan kecil yang patut diapresiasi.

Selain prestasi, Novrita menekankan pentingnya adab dalam kehidupan siswa. Mengucapkan terima kasih, mengetuk pintu, mengucapkan salam, dan meminta izin merupakan kebiasaan baik yang perlu terus dibangun. “Karena ilmu akan lebih indah jika disertai adab,” pesannya.

Lebih lanjut, Novrita menyampaikan bahwa prestasi besar lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Siswa tidak perlu menunggu menjadi juara untuk merasa berprestasi dan tidak harus mendapatkan piala untuk disebut berhasil. Setiap hari selalu ada kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Prestasi yang sesungguhnya bukan hanya sesuatu yang dapat dilihat oleh manusia, tetapi juga sesuatu yang dapat membuat seseorang semakin dekat kepada Allah Swt., berakhlak mulia, dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Melalui amanat tersebut, Novrita mengajak seluruh siswa MTsN 6 Bantul untuk menjadikan slogan “Prestasi Setiap Siswa Setiap Hari” bukan sekadar tulisan, melainkan menjadi budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di madrasah.

Tidak harus menjadi juara untuk berprestasi. Jadilah lebih baik setiap hari, karena itulah prestasi yang sesungguhnya.(nov)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post