Bertindak sebagai Guru Pamong, Guru Bahasa Indonesia MTsN 6 Bantul Lakukan Penilaian Mahas
Bantul (MTsN 6 Bantul) – Rina Harwati, guru Bahasa Indonesia sekaligus guru pamong MTsN 6 Bantul, melakukan penilaian terhadap mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Istiqomah Hapsari A.U.P., pada Kamis (10/9/2026). Penilaian dilaksanakan saat Istiqomah melaksanakan praktik mengajar di kelas VIIE MTsN 6 Bantul.
Istiqomah yang akrab disapa Sari menyampaikan materi tentang *Puisi Rakyat*. Pembelajaran bertujuan agar peserta didik mampu menganalisis struktur pantun, gurindam, dan syair serta mengidentifikasi pola rima pada puisi rakyat. Selain itu, peserta didik diarahkan untuk menentukan isi dan pesan yang terkandung dalam puisi rakyat, menganalisis persamaan dan perbedaan pantun, gurindam, dan syair, menyusun potongan puisi, serta melengkapi puisi rakyat.
Kegiatan pembelajaran dikemas melalui diskusi terbimbing dan penugasan dengan menggunakan model *Problem Based Learning (PBL)*. Melalui model tersebut, peserta didik diberikan permasalahan yang mendorong mereka untuk berpikir kritis, berdiskusi, dan menemukan pemahaman mengenai karakteristik berbagai jenis puisi rakyat. Sebagai guru pamong, Rina melakukan pengamatan secara langsung terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan Sari. Penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari kesiapan pembelajaran, penguasaan materi, penyampaian materi, penerapan model pembelajaran, pengelolaan kelas, interaksi dengan peserta didik, hingga kemampuan melakukan evaluasi pembelajaran.
Rina menyampaikan bahwa kegiatan praktik kependidikan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori yang telah diperoleh di perguruan tinggi ke dalam situasi pembelajaran yang nyata. “Praktik kependidikan merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung bagaimana merancang dan melaksanakan pembelajaran, menghadapi karakter peserta didik, mengelola kelas, serta memilih model pembelajaran yang sesuai,” tutur Rina.
Guru pamong juga menyampaikan perlunya penyempurnaan dalam pelaksanaan pembelajaran, khususnya dalam mengondisikan peserta didik agar lebih aktif dan fokus selama kegiatan belajar berlangsung.Me nurutnya, guru memiliki peran penting dalam mengendalikan sekaligus mengarahkan seluruh aktivitas peserta didik di dalam kelas. “Guru adalah pemegang kendali atas semua kegiatan anak di dalam kelas. Dengan pembelajaran yang terfokus dan inovatif akan berkontribusi dalam mewujudkan keseriusan siswa dalam belajar,” tandas Rina.
Sementara itu, Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, mengapresiasi pembelajaran yang disampaikan oleh mahasiswa PK UNY. Menurutnya, pelaksanaan praktik kependidikan memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa sekaligus menjadi bagian dari kerja sama madrasah dengan perguruan tinggi dalam mempersiapkan calon pendidik. “Penilaian dilakukan langsung oleh guru pamong yang selanjutnya hasil nilai akan diunggah melalui tautan yang disediakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta,” kata Sugiyono. Sugiyono menjelaskan bahwa penilaian terhadap mahasiswa PK UNY dilakukan sebanyak dua kali. Kedua hasil penilaian tersebut selanjutnya akan diakumulasi sebagai bagian dari penilaian akhir praktik kependidikan mahasiswa. (rin)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan