Dari Lahan Kosong Menjadi Ruang Hijau Siswa MTsN 6 Bantul Bersiap Menanam Pohon
Bantul (MTsN 6 Bantul)— Semangat mewujudkan lingkungan madrasah yang hijau, sehat, dan berkelanjutan mulai terlihat di MTsN 6 Bantul pada Jum’at (18/9/2026). Melalui kegiatan mata pelajaran kokurikuler, para siswa bersama guru melakukan persiapan lahan yang akan digunakan untuk kegiatan penanaman pohon.
Kegiatan diawali dengan membersihkan area yang telah ditentukan, menyingkirkan rumput liar dan sampah, merapikan permukaan tanah, serta menentukan titik-titik yang akan menjadi lokasi penanaman. Para siswa tampak antusias bekerja secara berkelompok. Ada yang membersihkan lahan, mencangkul tanah, mengumpulkan sampah, hingga menyiapkan lubang tanam.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas fisik, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan aksi nyata. Siswa belajar bahwa menjaga lingkungan membutuhkan kepedulian, kerja sama, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
“Kami ingin siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan melalui teori, tetapi juga mengalami dan melakukannya secara langsung. Persiapan lahan ini menjadi langkah awal sebelum mereka menanam dan merawat pohon hingga tumbuh besar,” ungkap Dwi Hidayati Suryaningsih guru pendamping kegiatan.
Melalui kegiatan kokurikuler ini, siswa juga diajak membangun kesadaran bahwa satu pohon yang ditanam hari ini merupakan investasi bagi lingkungan di masa depan. Pohon tidak hanya memberikan keteduhan, tetapi juga berperan dalam menjaga kualitas udara, menyerap karbon, dan menciptakan lingkungan madrasah yang lebih nyaman.
Salah seorang siswa Muhammad Khoirul Multazam mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan tersebut. “Awalnya membersihkan dan menggemburkan tanah memang cukup melelahkan, tetapi kami senang karena lahan ini nantinya akan menjadi tempat tumbuhnya pohon. Kami ingin ikut merawatnya sampai besar,” tuturnya.
Persiapan lahan tersebut sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan di MTsN 6 Bantul. Semangat gotong royong yang ditunjukkan siswa menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dapat tumbuh melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.
Kegiatan ini selaras dengan semangat Adiwiyata, khususnya dalam membangun kepedulian dan tanggung jawab warga madrasah terhadap lingkungan. Nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) juga hadir melalui kecintaan terhadap alam dan lingkungan sebagai bagian dari praktik pendidikan yang bermakna.
Dengan lahan yang telah dipersiapkan, tahap berikutnya adalah penanaman dan pemeliharaan pohon. Dari tangan para siswa, diharapkan tumbuh bukan hanya pepohonan, tetapi juga karakter peduli, cinta lingkungan, gotong royong, dan tanggung jawab untuk menjaga bumi. (rch/vha)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
