Implementasikan Cinta Allah dan Rasul, Waka Kurikulum MTsN 6 Bantul Dampingi Siswa Lantunk
Bantul (MTsN 6 Bantul) – Sebagai bagian dari implementasi Panca Cinta, khususnya cinta kepada Allah dan Rasul, MTsN 6 Bantul memberikan pendampingan kegiatan keagamaan bagi siswa putri yang sedang berhalangan mengikuti salat berjamaah. Kegiatan berupa lantunan Nadzom Asmaul Husna dan salawat tersebut dilaksanakan di halaman upacara MTsN 6 Bantul, Rabu (16/9/2026).
sekitar 72 siswa putri yang sedang berhalangan mengikuti salat berjamaah duhur dikumpulkan di halaman upacara. Mereka melantunkan Nadzom Asmaul Husna secara serentak bersamaan dengan pelaksanaan salat duhur berjamaah oleh siswa lainnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan melantunkan Salawat Tibbil Qulub. Suasana berlangsung khidmat dan tertib dengan pendampingan Waka Kurikulum MTsN 6 Bantul, Rina Harwati, yang bertugas piket pada hari tersebut. Rina didampingi Putri Pamungkas dan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) UNY.
Rina menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pembiasaan positif bagi siswa putri yang sedang berhalangan salat. Meskipun tidak mengikuti salat berjamaah, mereka tetap mendapatkan ruang untuk melakukan aktivitas keagamaan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
“Melantunkan Asmaul Husna dan salawat menjadi salah satu bentuk pembiasaan bagi siswa untuk tetap mengisi waktu dengan kegiatan positif. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Rina.
Kegiatan yang dilaksanakan bersamaan dengan salat duhur tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah agar seluruh siswa tetap aktif dalam kegiatan pembiasaan keagamaan. Dengan demikian, tidak ada siswa yang berada dalam kondisi tanpa kegiatan ketika siswa lainnya melaksanakan salat berjamaah.
Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pembiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin dapat menjadi media untuk mendekatkan siswa kepada Allah dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah.
“Tidak ada siswa zero kegiatan ketika siswa lain berjamaah duhur. Lantunan Asmaul Husna setiap duhur dan asar sebagai media mendekatkan diri dan realisasi cinta kepada Allah dan Rasul yang praktis diterapkan setiap hari,” ujar Sugiyono.
Ia berharap pembiasaan tersebut dapat terus dilaksanakan secara konsisten sehingga nilai-nilai Panca Cinta tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diwujudkan melalui aktivitas sederhana yang dilakukan siswa setiap hari. (rin)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan