Kepala MTs Negeri 6 Bantul Lakukan Supervsi KBM Wakil Kepala Urusan Kurikulum
Bantul (MTsN 6 Bantul) – Kepala MTs Negeri 6 Bantul melakukan supervisi KBM yang disampaikan oleh Wakil Kepala Urusan Kurikulum selaku guru mapel Bahasa Indonesia, Rina Harwati, Senin (7/9/2026 ) di kelas VIIF. Dalam pembelajaran itu Rina menyampaikan materi tentang Kata Konret dan Kalimat Perincian pada Teks Deskripsi. Dikemas dalam pembelajaran yang interaktif, Rina menggunakan Interactive Flat Panel (IFP) yang digunakan untuk menayangkan materi dalam bentuk PPT. “PPT yang ditayangkan langsung dapat diberi catatan menggunakan pensil khusus layar IFP, sehingga lebih meminimalisasi dampak polusi yang ditimbulkan,” kata Rina.
Selain bermediakan IFP, Rina juga menggunakan aplikasi worldwall sebagai bahan paparan awalnya. “Siswa saya minta untuk membuka box melalui aplikasi worldwall yang di dalamnya terdapat gambar disertai pertanyaan yang jawaban akan ditebak oleh para siswa. Para siswa antusias saat diminta maju. Mereka berebut sehingga suasana kelas menjadi hidup,” lanjut Rina. Setelah tebak gambar selesai, Rina kemudian memfokuskan pembahasan pada kata konkret dan kalimat perincian yang digunakan dalam teks deksripsi. Di akhir pembelajaran siswa diminta mengerjakan LKPD untuk melatih daya pemahaman mereka secara berkelompok dan mempresentasikannya di depan kelas untuk ditanggapi kelompok lain.
Sugiyono selaku Kepala MTs Negeri 6 Bantul mengapresiasi pembelajaran yang berlangsung. “Saya menggarisbawahi dari pembelajaran yang disampaikan Bu Rina bahwa pentingnya seorang guru memberikan reward dan punishment untuk memotivasi siswa agar berani tampil dan menjawab, terlepas jawabannya benar atau salah. Siswa menjadi lebih berani dan percaya diri tanpa harus takut diejek temannya ketika salah. Di sinilah peran guru sangat penting untuk mengondisikan kesiapan mental anak,” tandas Sugiyono.
Salah satu siswa Nasywa, menyatakan senang terhadap KBM yang diampu oleh guru Bahasa Indonesia di kelasnya itu. “Kami tidak mengantuk dan bersemangat mengikuti pembelajaran.” Tandas Nasywa. Ia berharap untuk materi-materi berikutnya akan dikemas dengan lebih bervariatif lagi. “Penggunaan ice breaking di tengah-tengah pembelajaran juga sangat bermanfaat untuk memfokuskan perhatian siswa,” tambah Nasywa. (rin)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
