Pembina Sampaikan Tiga Pitutur Jawa dalam Amanat Upacara Senin di MTsN 6 Bantul
Pembina Sampaikan Tiga Pitutur Jawa dalam Amanat Upacara Senin di MTsN 6 Bantul
Bantul (MTsN 6 Bantul) - Upacara bendera Senin pagi (31/08/2026) di MTs Negeri 6 Bantul berlangsung khidmat dan sarat makna. Bertindak sebagai pembina upacara, Farida menyampaikan wejangan kepada seluruh peserta upacara dengan mengangkat tema Hari Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam amanatnya, Farida mengajak seluruh siswa-siswi MTs Negeri 6 Bantul untuk tidak hanya memahami keistimewaan Yogyakarta sebagai sebuah identitas daerah, tetapi juga menerapkan nilai-nilai luhur budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan tiga pitutur Jawa yang menjadi pedoman penting dalam membangun karakter dan menjaga martabat diri, yaitu “Ajining diri ana ing lathi, ajining awak saka tumindak, ajining raga saka busana.”
“Ajining diri ana ing lathi” mengandung pesan bahwa harga diri seseorang tercermin dari tutur katanya. Oleh karena itu, siswa diharapkan mampu menjaga ucapan, berbicara santun, tidak mudah menyakiti orang lain, serta membiasakan diri berkata baik dan benar.
Selanjutnya, “Ajining awak saka tumindak” mengajarkan bahwa nilai seseorang dapat dilihat dari perilakunya. Menurut Farida, siswa yang berkarakter tidak cukup hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga harus menunjukkan sikap disiplin, bertanggung jawab, menghormati guru, menyayangi teman, serta mampu menjaga nama baik madrasah.
Sementara itu, “Ajining raga saka busana” mengingatkan pentingnya menjaga penampilan dan cara berpakaian. Busana bukan sekadar persoalan tampilan, tetapi juga menjadi cerminan sikap, kesopanan, dan penghargaan terhadap lingkungan sekitar.
Ketiga pitutur tersebut, menurut Farida, sangat relevan diterapkan oleh generasi muda di tengah perkembangan zaman. Keistimewaan Yogyakarta tidak hanya perlu dikenang melalui sejarah dan tradisi, tetapi juga diwujudkan melalui perilaku sehari-hari.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi keluarga besar MTs Negeri 6 Bantul bahwa menjadi generasi berprestasi harus berjalan seiring dengan menjadi generasi yang santun dalam bertutur, baik dalam bertindak, dan pantas dalam berbusana.
Melalui amanat tersebut, upacara Senin tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi menjadi ruang untuk menanamkan nilai karakter dan budaya kepada peserta didik. Keistimewaan Yogyakarta pun diharapkan terus hidup melalui sikap dan perilaku generasi muda, khususnya siswa-siswi MTs Negeri 6 Bantul. (frd)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
