Humas_matsanaba

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Guru BK MTsN 6 Bantul Evaluasi Kesiapsiagaan Gempa dalam Persiapan Simulasi Bencana
Guru BK MTsN 6 Bantul Evaluasi Kesiapsiagaan Gempa dalam Persiapan Simulasi Bencana

Guru BK MTsN 6 Bantul Evaluasi Kesiapsiagaan Gempa dalam Persiapan Simulasi Bencana

Bantul (MTsN 6 Bantul) – Simulasi tanggap bencana gempa bumi di MTsN 6 Bantul tidak berhenti setelah seluruh rangkaian latihan selesai pada Rabu (14/10/2026). Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MTsN 6 Bantul Roni Ismail memberikan evaluasi kepada para siswa sebagai bagian penting untuk memperkuat pemahaman, membangun kesiapsiagaan, serta menanamkan sikap tenang dan sigap ketika menghadapi situasi darurat.

Evaluasi dilaksanakan setelah simulasi berakhir. Para siswa diajak merefleksikan pengalaman selama mengikuti latihan, mulai dari respons ketika merasakan guncangan, langkah perlindungan diri, proses evakuasi menuju tempat aman, hingga pentingnya mematuhi arahan petugas dan guru selama keadaan darurat.

Melalui kegiatan evaluasi ini, Roni Ismail memberikan penguatan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan sekadar pengetahuan yang dipelajari di kelas, melainkan keterampilan hidup yang perlu dilatih secara berkelanjutan. Siswa juga diingatkan agar tidak panik, tidak saling mendorong, tetap mengikuti jalur evakuasi, serta membantu teman yang membutuhkan pertolongan sesuai kemampuan dan arahan petugas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana membangun kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Sikap disiplin, kepedulian, kerja sama, dan kemampuan mengendalikan diri menjadi kunci penting dalam menghadapi kondisi darurat.

Kepala MTsN 6 Bantul Sugiyono menegaskan bahwa simulasi dan evaluasi merupakan bagian penting dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan madrasah. “Keselamatan peserta didik merupakan prioritas utama. Melalui simulasi dan evaluasi ini, kami berharap seluruh warga madrasah tidak hanya memahami langkah-langkah penyelamatan diri ketika terjadi gempa, tetapi juga mampu menerapkannya dengan tenang, disiplin, dan bertanggung jawab. Yang tidak kalah penting, tumbuhkan kepedulian terhadap sesama agar kita dapat saling membantu dalam situasi darurat,” ungkap Kepala MTsN 6 Bantul.

Lebih lanjut, kegiatan ini sejalan dengan upaya madrasah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan tangguh menghadapi bencana. Pengetahuan kebencanaan perlu ditanamkan sejak dini agar peserta didik memiliki kesiapan mental sekaligus keterampilan praktis dalam melindungi diri dan orang lain.

Evaluasi yang diberikan Roni Ismail juga menjadi pengingat bahwa setiap latihan harus menghasilkan pembelajaran dan perbaikan. Hal-hal yang masih perlu ditingkatkan, seperti ketertiban saat evakuasi, pemahaman jalur penyelamatan, serta kepatuhan terhadap instruksi, menjadi perhatian agar pelaksanaan simulasi berikutnya semakin efektif.

Melalui kegiatan ini, MTsN 6 Bantul terus berkomitmen menumbuhkan generasi yang tangguh, berkarakter, disiplin, dan peduli kemanusiaan. Sebab, ketika bencana datang, kesiapan dan ketenangan dapat membantu mengurangi risiko, sedangkan kepedulian dapat menjadi kekuatan untuk menyelamatkan sesama. (rch)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post