MTsN 6 Bantul Gelar Pleno Kenaikan Kelas Siswa Program SKS
Bantul (MTsN 6 Bantul) – MTsN 6 Bantul menggelar pleno kenaikan kelas siswa program Sistem Kredit Semester (SKS) di ruang meeting Perpustakaan De’ Talenta Lib, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini dihadiri kepala madrasah, kepala tata usaha, 16 guru pengampu siswa kelas VIII, dan para wakil kepala madrasah.
Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono memberikan arahan sebelum pleno dilaksanakan. Ia mengajak seluruh peserta mencermati hasil Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) serta mempertimbangkan kondisi psikologis siswa dalam menentukan keputusan kenaikan kelas. “Mari kita cermati bersama hasil penilaian ASAT yang sudah digelar beberapa waktu lalu dan berbagai pertimbangan psikis para siswa. Terkadang para siswa memiliki beban belajar yang lebih berat, apalagi beberapa waktu ini bersamaan dengan OMI dan PKM. Hal-hal semacam itu perlu kita pertimbangkan baik-baik,” tandas Sugiyono.
Pleno dipimpin oleh Wakil Kepala Urusan Kurikulum, Rina Harwati. Ia menyampaikan bahwa terdapat lima siswa yang menjadi fokus pembahasan dalam pleno kali ini. “Penentu naik atau tidaknya adalah hasil dari evaluasi formatif dan sumatif ditambah dengan nilai sikap dan kepribadian,” jelas Rina. Diskusi berlangsung kondusif. Setiap guru menyampaikan pendapat dan memberikan penguatan berdasarkan hasil evaluasi serta perkembangan siswa. Guru Bimbingan dan Konseling (BK), Sahnica Firdaus, menegaskan bahwa siswa yang menempuh program percepatan hingga lulus dalam dua tahun harus memiliki kemampuan akademik yang baik, sekaligus mampu mengatur waktu dan menentukan prioritas kegiatan.
Sementara itu, Wakil Kepala Urusan Kesiswaan, Wiwik Muslimatun, menyerahkan keputusan kepada forum dengan mempertimbangkan berbagai aspek perkembangan siswa. “Apa yang menjadi keputusan forum kali ini saya ikut saja, meskipun di antara kelima anak memang ada yang aktif dalam lomba bidang nonakademik,” tandas Wiwik. “Melalui pleno ini, MTsN 6 Bantul berupaya memastikan keputusan kenaikan kelas siswa program SKS dilakukan secara objektif, komprehensif, dan mempertimbangkan kemampuan akademik, sikap, kepribadian, serta kondisi psikologis siswa,” pungkas Wiwik. (rin)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
