MTsN 6 Bantul Terima Monev KBC dari Direktorat GTK Madrasah Kemenag RI
Bantul (MTsN 6 Bantul) – MTsN 6 Bantul menerima kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dari Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama RI, Selasa (20/10/2026). Monev dilakukan oleh Ida Saifaturahman, Pengawas Madrasah dari Jawa Timur yang tergabung dalam tim monev Direktorat GTK Madrasah Kemenag RI. Kegiatan tersebut didampingi oleh pengawas madrasah dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Suhadi, Miftakhul Bakhri, Etyk Nurhayati, Sumarna, dan Heni Prilantari.
Ida menjelaskan bahwa kegiatan monev merupakan rangkaian program Satu Pengawas Satu Madrasah yang dilaksanakan secara berkala dalam bentuk siklus. Kegiatan diawali dengan berkeliling madrasah untuk mengamati pembiasaan yang berlangsung, sekaligus melakukan wawancara dengan sejumlah murid. Ida tampak berhenti mewawancara siswa yang sedang melakukan pembiasaan menyapu dan menyiram tanaman.
Setelah observasi, Ida menyampaikan materi tentang implementasi KBC di madrasah. Ia menegaskan bahwa KBC perlu diintegrasikan melalui pola kepemimpinan dan pengelolaan kelas yang humanis. Dikatakan Ida bahwa monitoring dan evaluasi terkait pelaksanaan KBC dapat diakses menggunakan MAGIS. Dengan MAGIS pembinaan madrasah oleh pengawas tidak harus bertatap muka. “Untuk memastikan bahwa kepala madrasah telah mengintegrasikan KBC pada pola kepemimpinan perlu adanya SOP sejak kegiatan awal hingga akhir. Pengintegrasian KBC juga akan tercermin pada pengelolaan kelas humanis,” tutur Ida.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan wawancara terhadap pengawas pembina, kepala madrasah, siswa, dan guru. Selain itu, Ida juga melakukan analisis terhadap pengisian MAGIS (Madrasah Digital Supervision) sebagai bagian dari pemantauan pelaksanaan supervisi madrasah. Seluruh responden tercerahkan dengan adanya sesi refleksi setelah digali beberapa informasi terkait KBC. Melalui kegiatan monev ini, diharapkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MTsN 6 Bantul semakin optimal, baik dalam kepemimpinan madrasah, proses pembelajaran, maupun pembiasaan sehari-hari, sehingga nilai-nilai cinta dapat tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang humanis dan berpihak pada murid. (rin)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
