HUSTANIL ABU, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

MALAM MENCEKAM

@cerita horor

Oleh. Thanil Abu

Tagur siana ke - 28

Bulan memancarkan sinar terang, walau agak sedit terlindung dari awan yang menyapu malam. Bias cahaya lentera sedikit redup tertiup angin. Dipinggir pantai lambori masih terlihat seorang yang sedang asik mengulurkan kail pancingnya. Mungkin ia berharap agar malam ini ia membawa hasil pancingan yang memuaskan. Sesekali matanya menoleh ke kiri dan kekanan. Adakah orang disekeliling melihatnya dalam menebar asa di malam ini. Rinaipun mulai menetes membasahi tubuh lesunya.Dengan sigap ia menggulung tali kenur yang sedari tadi tak seekorpun ikan yang menghampirinya. Hati tambah kalut,terbesit dalam ingatan bahwa malam ini adalah malam Jum'at. Malam yang pepuler dengan malam yang sangat angker. Ditepisnya semua prasangka didalam hati. Iapun berdoa agar tak ada mahluk astral yang mengganggu dirinya. Malam semakin mencekam,gonggongan ajing mulai terdengar,membuat bulukuduknya berdiri, rasa takut, cemas, bercampur aduk tak karuan.

Dengan langkah yang gemetar, ia mulai menyelusuri jalan setapak yang penuh dengan ketakutan. Hujan mulai deras, disertai suara petir dan Guntur saling bersahutan, diujung jalan gonggongan ajing tetap terdengar, dengan ratapan syahdu yang menembus tulang, seakan membawa suasana semakin mencekam. Bulan mulai meninggalkan cahayanya, hanya lampu pelita membias disekitar jalan. Ia tak menghiraukan apa yang akan terjadi pada dirinya.Ia tetap terus berjalan walau kaki terasa berat untuk melangkah. Tiba-tiba "brukk" entah dari mana suara itu berasal, ia tak tahu, kaget,terperanjat dalam suasana malam, nyalinya hilang, keberaniannya kandas, jantung berdebar disapu rasa ketakutan. Mulutnya tak henti ia berdoa, agar selamat sampai tujuan.

Belum juga separuh jarak yang ditempu, Ia melihat bayangan putih seakan-akan menuju kearahnya. Bayangan itu terbang dan menari,sesekali hilang dan muncul kembali. Dalam hatinya, mungkin inilah yang dikatakan setan "mpok-mpok". "Allahu Akbar" kalimat itu yang keluar dari mulutnya. Tak ia hiraukan lagi dengan apa yang sedang terjadi, ia tetap terus berjalan di keheningan malam. Disekitar tikungan kecil bekas pembunuhan seorang gadis, konon gadis itu diperkosa lalu dibunuh oleh seorang pemuda.Sentak kakinya terhenti, didepan matanya terlihat seorang wanita yang sedang duduk membelakangi jalan walaupun hanya terbias sinar bulan yang redup. Wanita itu meratap ingin diselamatkan. "tolong-tolong bebaskan aku" begitu suara yang terdengar dari wanita itu. Bulu kuduknya semakin merinding, Tak seberapa lama wanita itu pun hilang sekejap. Dengan rasa ketakutan ia berlari kencang menyusuri malam,sampai ia tiba dengan selamat.

#parigimoutong#

#thanilabu#

#30012021#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post