PILU YANG MENDERU
Oleh.Thanil Abu
Tagur Siana ke - 40
Langit masih biru
Awan menyelimuti kabut
Dingin halimun menusuk kalbu
Sedih terasa gayung bersambut
//
Tak ada lagi nyanyi sunyi
Semuanya telah pergi
Kemarau panjang membuntuti
Kelana asa dipupus sepi
//
Ingin bangkit dari rasa sakit
Badan binasa terkulai sempit
Berjalan lunglai menghitung menit
Sesalkan diri tak berbelit
//
Merana dendam asa terputus
Dibilik rinai angin berhembus
Harapan sirna terkayu sendu
Karena pilu derita menderu
~~~~~~~
#parigimoutong#
#thanilabu#
#11022021#
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan