SUARA HATI IBUNDA
Oleh. Thanil. Abu
#Tagur siana ke - 83
Anakku, tak ada kata yang kuucapkan padamu
Anakku, tak ada harta yang kuberikan buatmu
Anakku, tak ada sanjung yang kusembahkan bagimu
Anakku, tak ada Gita yang kunyanyikan untukmu
***
Sembab netra ini dipenghujung tangis yang tak reda
Lelah mengucur deras dinafas kemiskinan
Papa jiwa ini, miskin dalam derita senja
Menelan harap kepada pembelas kasih
***
Bilur kesedihan tertahan dijiwa menghamba
Terajam kekejaman disetiap waktu
Maafkan aku anakku, mungkin ini sudah takdir
Yang tak pantas dikeluhkan oleh umatNya
***
Gubuk peninggalan menjadi saksi bisu
Mengajariku membelai kasih sayangmu
Seggenggam Huma tertidas dikesabaran duka
Menjagamu, walau nafas terlepas dari raga
***
Anakku, jadilah insan yang sanggup hidup dalam derita
Anakku, Jadilah orang yang selalu terpercaya
Halau segala halang dan rintang diakad dusta
walau onak dan duri datang menghadang ditekad mimpi
***
Usiaku sudah senja, sebentar lagi aku terlelap
Mimpimu masih panjang dalam cita dan harap
Semaikan benih-benih kebajikan dalam cinta
Menuai damba dibatas perhitungan angka
***
Bila ajalku tiba nanti, jasadku selimutkan dengan doa
Biar aku tersenyum bangga melihatmu bahagia
Pusaraku memuji diuntaian kalimat nisan
Secerca kafan rindu di pintu syurga penantian
#parigimoutong#
#thanilabu#
#26032021#
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan