PUJA BERSIMBIOSIS DUKA
PUJA BERSIMBIOSIS DUKA
Oleh. Thanil. Abu
#Tagur siana ke - 91
Air mata belum kering mengalirkan bulir bening
Membuncahkan ratap disela pilu membara
Terisak tangis mengembara disela nafas
Dituang rasa jiwa memilukan perasaan
***
Waktu bersama masih terpatri dimemori indah
Mengulik semua kisah dimasa bahagia
Meronakan sukma menggembiran jiwalara
Menyimpan kenangan abadi kala cinta bermunajad
***
Kini hidup, pindah pada tumpangan pohon yang lain
Menyinari tubuh yang dulu hampir gugur dan layu
Duka semakin merajam diri, ditingkah kecewa
Menyimpankan duka disela bahagia masih ada
***
Hati bak teriris dikala amor terbagi dua
Tak sanggup lagi melihat sulur dikekejaman parasit
Membagi kemesraan bersembiosis tanpa alasan
Disaat puja masih memberikan cinta murni
***
Ingin rasanya menebas duka diroman picisan
Tapi tak kuasa membunuh hanya karena dendam
Keluhku kuhadapkan pada penghibur lara
Semoga diri tegar dalam cobaan rasa
#parigimoutong#
#thanilabu#
#03042021#
ia
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan