BINGKAI HATI
BINGKAI HATI
Oleh.Thanil. Abu
#Tagur siana ke - 164
Jantung mengurai naik turun tak berirama
Debaran semakin kuat berpacu dalam dada
Linangan bulir air mata belum juga meredah
Mengucur deras tanpa ada pembendung rasa
***
Nafas tersesak bergelayutan tanpa irama
Menyeruak kalbu berbisik rinai kesedihan
Papah sudah harapan menggapai impian
Kelana putus dihamparan rasa mendalam
***
Kemarin, engkau masih saja memanggilku
Kupandangi wajah yang begitu lusuh dan layu
Hanya sepata ucap mengeja dari mulutmu
Harapan kasih bersambut agar aku tegar selalu
***
Kulit yang keriput membungkus tulang perkasa
Tulang yang dulu mengantarkan aku dalam cita
Wajah yang setia memberikan senyuman riang
Netra yang memandang awas, ramah dan ceria
***
Kini, tubuh terbujur kaku dalam pangkuan anakmu
Jasad membentang diruang akhir asa pengharapan
Pergilah dengan tenang membawa sejumput bahagia
Anakmu pasrah dalam ucap doa ampunan bangga
***
Tuhan, dalam sujud aku bersimpuh kepada-Mu
Jemputlah ia dalam tengadah jemari kasih-Mu
Tuluskan ia mendiami gemerlapnya firdaus-Mu
Semoga kelak kami menyatu dalam syurga-Mu
#parigimoutong#
#thanilabu#
#150621#
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan