PINTA ANAK NEGERI
PINTA ANAK NEGERI
Oleh. Thanil. Abu
#Tagur Siana ke - 169
Selagi bumi belum runtuh
Sebelum air menjadi kering
waktu masih terus berputar
Ratap tangis masih terdenger
***
Merendah sedih diatas langit
Meminta pilu di tanah kering
Tenggelam dalam lara menjerit
Basah terendam dipintah doa
***
Kami tidak mengharap Huma dan harta
Kami tak meminta sawah dan ladang
Hanya pemimpin negeri yang amanah
Membawa kami kejalan kesuksesan
***
Kasih dan harap kandas terbeban duka
Tertelan ketidakadilan peradaban zaman
Biarkan jeruji menancapkan disela jiwa
Pinta kami anak negeri yang terabaikan
***
Suluh mulai redup tertiup oleh angin malam
Obor penyuluh telah padam terhempas bayu
Tungku perapian tak lagi menyalakan bara
Hilang dan sirna terbawa banjiran air mata.
#parigimoutong#
#thanilabu#
#200621#
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan