HUSTANIL ABU, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

KABUT DI PUNCAK JIWA

KABUT DI PUNCAK JIWA

Oleh. Thanil. Abu

#Tagur siana ke - 187

Dingin menyulam tubuh tanpa selimut

Menusuk tulang raga dibalut kulit legam

Menggigil luruh termakan lara terjumput

Bukit berinai bungkam menjemput salam

***

Jurang nan terjal lepas landas di lorong sepi

Memecah diam dari penjaga safana cinta

Meredupkan pandang di sela kabut terurai

Jiwa hampa melanda roh menekuk Sukma

***

Palung lara menyerta lelah dipendakian

Terseok langkah dipuncak hati yang pasrah

Dahaga mulai haus dibinar netra penyesalan

Rela menyerta dibening rasa tertumpah

***

Kabut sudah enggan memilurkan cahaya

Diam seribu bahasa walau terengah sesak

Lelah menanjak menggapai nadi asmara

Gerah merontah terbatasi waktu yang mendesak

***

Kasih tak lagi memberi pengharapan

Pergi membawa kecewa kepuncak tinggi

Bersama cinta yang dulu pernah terjalin

Menyesali diri di gubuk kalbu yang sunyi

#parigimoutong#

#thanilabu#

#080721#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post