KELURGA CERIA KELUARGA BAHAGIA
BAHAGIA KUTEMUKAN DI NETRA MEREKA
Oleh. Thanil. Abu.
#Tagur siana ke - 189
Bila kita membahas tentang keluarga, pasti setiap orang langsung teringat dengan struktur keluarganya, yakni ayah, ibu, anak serta kehangatan dalam rumah tangga. Ya, tanpa dilengkapi dengan sebuah keluarga kehidupan kita tentu akan terasa hampa dan hambar. Setiap orang pasti punya keluarga, namun pada hakekatnya masih banyak orang yang tidak mengetahui apa sebenarnya arti dari sebuah kehidupan dalam keluarga, atau pun bagaimana menjalankan roda kehidupan dalam keluarga, agar terbina dan tercipta suatu keluarga yang sejahtera dan mandiri. Lantas, apa sebenarnya arti kata keluarga itu sendiri dari sudut pandang kita. Kadang kita mendefinisikan bahwa keluarga adalah sekumpulan orang yang terikat dalam hubungan pernikahan, kelahiran, ataupun mengadopsi anak yang hidup dalam satu rumah tangga.
Dimana keluarga dapat dibentuk karena adanya hubungan darah dan ikatan emosional antara masing-masing individu sebagai anggota keluarga. Nah, dalam ikatan batin tersebut tentunya saling mengapresiasi satu sama lain. Dimana mereka adalah orang-orang yang paling kita sayang sampai ajal menjemput. Jadi keluarga adalah segalanya bagi kehidupan. Memiliki keluarga yang utuh dan bahagia tentunya menjadi harapan semua orang yang ada di dunia ini. Namun kebahagiaan itu berlaku hanya segelintir orang yang memang menjadi roh suatu perkawinan yang utuh. Begitulah kebahagiaan yang kudapati sekarang ini, dimana ibu sang pengasuh dari dua orang buah hati kami telah dijemput oleh Allah SWT keharibaan-Nya. Kepergian ibu dari anakku membuat aku tepukul dan terjatuh dalam buaian pengasuan. Dimana anak kami pada masih kecil yang masih memerlukan kasih sayang. Namun aku tetap tegar walaupun badai datang melanda. Peran ibu kuambil alih serta menjadi ayah yang bisa mengayomi mereka. Seiring berjalannya waktu anak saya semakin besar dan remaja. Aku tak mau memberikan kesedihan kepada mereka tentang bagai mana ibu mereka berjuang melawan penyakitnya. Namun aku berkehendak agar mereka bisa menjadi anak yang tegar dan kuat serta mandiri dalam didikan seorang ayah. Kulalui hari-hari bersama mereka yang penuh dengan tawa serta canda ria.
Sebagai seorang ayah, aku memberikan cinta serta kasih sayang kepada mereka agar menjadi anak yang berbakti serta berguna bagi agama dan negara. Selain pendidikan formal aku pun memberikan pendidikan nonformal. Alhamdulillah kedua anakku bisa meraih prestasi baik dibidang akademik maupun dibidang non-akademik. Bulir-bulir air mata mereka jatuh bilah melihatku sedang bekerja, atau sedang melakukan aktivitas lainnya. Air mata itu menjadi pacuan hati seorang bapak agar mereka menjadi kuat dan termotivasi. Walaupun sampai Sekarang aku belum mendapatkan jodoh kembali, tapi aku berusaha menjadi seorang ibu yang bisa menguatkan hati mereka. Merekalah yang selalu mendukung dan memberikan pelukan, bahkan mereka akan selalu mendengarkan setiap cerita dan motivasi terbaik, sehingga rasa percaya diri pun kembali bangkit dari keterpurukan. Betapa bahagianya hati kami bila berkumpul dan bercerita bersama, rasanya tak ada yang dapat menggantikan posisi kebahagiaan itu. Hanya gambar di dinding saja bersaksi bisu, bahwa ibu mereka adalah ibu yang sangat menyayangi dan memanjakan anak-anaknya. Karena ibu mereka adalah seorang pendidik.
Seiring waktu, kebahagiaan yang kami rasakan tanpa seorang ibu sudah menjelang lima tahun, bukan waktu yang pendek untuk mendidik mereka. Kebahagiaan itu bukan diukur banyaknya harta yang ada, tapi bahagia itu bagaimana suasana dalam rumah tangga menjadi harmonis. Mereka mengatakan bahwa ayalah yang terbaik, yang memberikan kasih yang tulus kepada mereka, bila mereka mengeluh dan mengeluarkan bulir mutiara putih maka, disitulah kebahagiaan yang kudapati. Ya, salah satu sisi positif dari keluargaku adalah anak-anak yang begitu tulus menyayangi dan selalu menerimaku apa adanya, entah itu sikap, maupun dari sudut pandang lainnya, hingga tingkat kesuksesan. Bahwa sejatinya mereka tidak pernah meninggalkanku. Dimana aku mendapatkan, pelukan,ciuman, kenyamanan, cinta dan kasih sayang yang tulus hanya dari mereka. Ceriaku ceria mereka bahagiaku bahagia mereka.
l
#parigimoutong#
#thanilabu#
#100721#
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan