MERANGKAI LISAN DI KUBANGAN
Oleh. Thanil Abu
#Tagur siana ke - 213
Bibir seakan bisu mengucap kata
Keluh dan kaku tanpa ada suara
Menjadi untai kalimat dalam berita
Merangkai aksara penuh makna
***
Hati tergores dalam luka yang mendalam
Bak tersayat sembilu digenangan Sukma
Derai air mata mengalir deras diintai malam
Perih tertindas dikubangan pencerca nama
***
Ingin hati mengejar bayang tanpa ada suara
Duka menguber lara menjelma terlepaskan
Diantara waktu sedih yang mengembara
Panah tercabik dibusur merapal kesedihan
***
Waktu tak lagi menguraikan jiwa mendamba
Sirna tertelan buih dalam lautan berombak
Tenggelamkan rasa pilu diwasiat peluk hamba
Meresisi hidup yang tak pernah terbentak
#parigimoutong#
#thanilabu#
#030821#
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan