PAHLAWAN DI KAKI LANGIT
PAHLAWAN DI KAKI LANGIT
Oleh. Thanil. Abu
#Tagur siana ke - 235
Jemari kaku menegangkan pilu nan sedih
Berkilauan purnama yang hitam berjelaga
Lara renyuh bertepian gelagat kias melirih
Bernafas dendam bertabur cinta tak terjaga
***
Lirih senyum Bayu berhempas pasrah
Menitipkan wasiat kepada jiwa terkulai
Menyabit sebuah harap dalam jiwa gelirah
Tertuaikan rasa menyambutmu tak sampai
***
Langit menangis mengucurkan butiran putih
Membanjiri ladang pertempuran yang belum usai
Mengalirkan peluh disekujur tubuh yang lemah
Kering membuncah terbawa rasa senyum bergerak
***
Luka terus kubawa sampai nyawa terkandas
Menyerempet di ruang yang tak berpenghuni
Butir peluruh cadas menembus dada tertembak
Terkapar badan di kaki langit penyesalan
***
Tubuh bergelimang darah merambah tanah
Melukis sejarah bahwa pejuang mati terkapar
Saksi berjejal di dentuman meriam kemenangan
Bersolek indah meratap tanpa ada balas dan jasa
#parigimoutong#
#thanilabu#
#250821#
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan