PAHLAWANKU
PAHLAWANKU
Masih dalam nuansa kemerdekaan
Oleh. Thanil Abu
#Tagur siana ke - 230
Sebait doa ku persembahkan
Seuntai kembang kuhaturkan
Seikhlas Bhakti kusujudkan
Sekidung merdu kunyanyikan
Untukmu pahlawanku
***
Kutatap dunia kemerdekaan
Menyapa rindu yang terpendam
Mengenang memori kerinduan
Pejuang, masih adakah namamu?
***
Dihirupikuknya keramaian kota
Nisanmu bertabur debu jalanan
Walaupun kami tak pernah mengenal
Siapa engkau pembela Nusa
***
Mati terkapar, badan binasa
Bambu runcing senjata ampuhmu
Melawan ribuan dentuman meriam
Kau terseok walau luka membawamu berlari
Niat suci demi anak Negeri
***
Tubuh legam bersembunyi dibalik puing-puing harapan
Kaki terseok tak menghalangi cita dan bhaktimu
Mati dalam dendam, gugur dalam cinta
***
Setiap waktu engkau lalui dengan tegar
Setiap saat engkau nyalakan api kebenaran
Tanpa ada penyesalan
Tanpa ada keputus asaan
Dalam benakmu tersirat bahagia
Menanti jalan yang panjang
***
Nyanyi sedihmu tertawa riang
Karena bahagia menjelang jua
Bagi kami anak cucumu kelak
Merasakan indahnya kemerdekaan
#Parigimoutong#
#thanilabu#
#200821#
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan