RATAPAN PEJUANG TANPA NAMA
RATAPAN PEJUANG TANPA NAMA
Oleh. Thanil. Abu
#Tagur siana ke - 233
Hati ini sudah beku tak terasah lagi
Tumpul dalam liang kematian siksa
Menyapa kepada siapa hati menjerit
Dalam linangan air mata penderiataan
***
Dulu di puja bak seorang raja menang di pertempuran
Dendang kasih mengema sejagat persada raya
Kini lusuh dan terbuang oleh peradaban zaman
Mengeluh kepada siapa membawa kenistaan lara
***
Langkah sudah gemetar mengayun tak terarah
Netra membukam samar diusia mulai senja
Nadir berdenyut tak seirama palu malaikat
Menjemput ajal dalam sesal kebimbangan
***
Aku tinggal tiang menancapkan derita pilu
Terhempaskan angin meniup tubuh yang layu
Bathin menjerit karena damba tak lagi menghampiri
Walau tubuh ini pernah membawa nama Ibu Pertiwi
***
Biar kutatap mentari dalam molek mencibir sepi
Biar kusambut pelangi meronai cinta abadi
Biar kujemput Bagaskara menyalami Nusantara
Agar mereka tahu ratapan pejuang tanpa nama
#parigimoutong#
#thanilabu#
#230821#
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan