RINDUKU, RINDUMU, RINDU MERENJANA
RINDUKU, RINDUMU, RINDU MERENJANA
Oleh. Thanil. Abu
#Tagur siana ke - 219
Sudah hampir dua tahun anak-anak tidak masuk sekolah. Tentu banyak dari kita semua yang mendapatkan aduan dari wali murid karena mereka kewalahan mendidik anak di rumah. Pagi sampai sore mereka bekerja mencari nafkah, sedang di waktu malam mereka mengajari anak-anak di rumah. Pandemi yang melanda dunia saat ini telah mengubah banyak hal. Selain di bidang ekonomi, dunia pendidikan pun merasakan dampaknya. Selama kurang lebih sepuluh bulan lamanya anak-anak tidak lagi melakukan rutinitas pergi ke sekolah, bermain dengan teman, dan beraktivitas lainnya. Hampir semua aktifitas dilakukan dari rumah.
Proses belajar mengajar yang terus menerus dilakukan secara jarak jauh akan membuat anak-anak merasa kurang bersemangat, jenuh dan cepat bosan. Awal bulan Juli kemarin menjadi tahun ajaran baru bagi dunia pendidikan di Indonesia, khususnya dari sekolah dasar . Meski begitu, tahun ajaran baru kali ini terasa berbeda. Para siswa kembali ke sekolah, namun tidak mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa di tahun-tahun sebelumnya. Namun disini aku menceritakan suasana rindu siswaku dimana tempat aku mengabdi sebagai guru perwalian
Hari itu tepatnya Senin tanggal,12 Juli 2021 dimana seluruh siswa bergegas menuju sekolah.karena hari itu mereka mengetahui awal buka sekolah secara tatap muka. Dengan semangat 45 mereka berangkat dari rumah masing masing menuju sekolah. Dengan wajah yang ceria mereka mengumumkan senyum kepada seluruh warga sekolah, baik teman sejawat, guru maupun petugas kebersihan. Dengan satu harapan agar proses belajar mengajar secara tatap muka mulai diberlakukan. Ada yang saling berpelukan mekepaskan rindu bertemu teman dan guru mereka. Disudut pojok kantin aku hanya bisa melihat pecakapan mereka yang begitu bersemangat. Ada yang berpelukan sambil mengeluarkan titik bening jevagagiaan di pipi mereka.Jareba sudah sekian lama mereka tak bertemu secara berjamaah. Hanya terhalang oleh pandemi covid-19 yang sudah dua tahun melanda negeri.
Kebahagiaan itu dirasakan semua siswa yang saling menceritakan pengalaman masing masing disituasi pembelajaran jarak jauh ( PJJ ) ataupun pembelajaran secara luring (luar jaringan) yang menurut mereka sangat membosankan. Dari sudut sekolah sekolompok siswa perempuan begitu bahagianya mereka saling bercanda ria, bertutur kata dan saling menyapa. Aku tidak tau apa yang mereka perbincangkan,tapi dari kaca mata pandang saya betapa bahagianya mereka bertemu. Apalagi kami sebagai dewan guru sangat merindukan pembelajaran tatap muka dengan siswa yang sudah sekian lama tak bertemu wajah, sampai kami lupa nama siswa sendiri. Sejak pagi itu betapa senangnya hati ini melihat mereka sedang membenahi ruang kelas ada yang menyapu dan ada yang mengepel lantai tanpa ada komando dari wali kelas, namun mereka antusias untuk mengerjakannya agar proses belajar mengajar dapat menyenangkan.
Tepat pukul 09.00 kepala sekolah memberikan pesan kepada salah seorang guru untuk mengumpulkan siswa yang sedang selesai melakukan aktifitasnya. Belpun dibunyikan, bertanda mereka berbaris didepan kelas untuk mendengarkan pengumuman yang akan disampaikan oleh kepala sekolah. mereka mengira bahwa proses pembelajaran dimulai.tapi semakin jauh pengumuman itu semakin dekat dengan perihal yang disampaikan. Yakni bahwa hari ini dan seterusnya mm ereka akan bekajar seperti dulu lagi di rumah masing- masing atau berkolompok. Setelah ada himbauan dari pemerintah bisa buka sekolah dan belajar tatap muka mereka akan kembali lagi belajar disekolah seperti biasanya. Namun perasan mereka tak terbaca kan oleh situasi,dimana barisan yang tadinya rapi kini seperti cacing kepanasan.Tak menghiraukan lagi siapa yang ada didepan mereka.
Seuasai pengumuman para siswa dengan tas dipundak berbalik kanan tanpa melakukan jabat salam kepada guru yang seperti biasa dilakukan dalam pembelajaran normal. Kulihat rona wajah mereka penuh dengan kekecewaan. Sabarlah anak anakku semoga pandemi ini cepat berlalu, begitulah awal kerinduan ini membuncahkan jiwa di sudut rona bahagia. Semoga proses belajar tatap muka secepatnya dibuka kembali, agar kita dapat bersua dan menikmati alur kerinduan yang merenjana
#parigimoutong#
#thanilabu#
#090821#
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan