BATAS NYANYIAN SEJARAH
BATAS NYANYIAN SEJARAH
Oleh. Thanil. Abu
#Tagur siana ke - 278
Rindu menyapa kala senja
Duduk merangkai sebuah kata
Walau majas tak bermanja
Kalimat tetap terurai berirama
***
Redup layu netra memandang
Memancar indah rayu terpandang
Nyanyian lara menyambut senang
Berbingkai senyum berbinar riang
***
Bersorak ria digenggam terhempas
Terpancarkan beban hati terluka
Derap langkah tak lagi mengibas
Karena hati bersemayamkan duka
***
Nama kami tak lagi dikenang
Tinggal puing catatan sejarah
Berharap cinta redup terbayang
Dalam serambi jiwa meraut pasrah
***
Tanah air tercinta hanya kiasan
Bersemburat pilu di untaian pinta
Karena jiwa tertanam keegoisan
Menyatukan janji di arena bertahta
***
Tak perlu ada sanjungan diberi
Tak perlu ada pujian disemati
Tak perlu ada kasih dipelopori
Tak perlu ada jasa dihormati
***
Kami tinggal nama tak berarti
Hilang bersama rona sebuah kisah
Raga layu tak lagi berbuah sejati
Purna di batas nyanyian sejarah
#parigimoutong#
#thanilabu#
#071021#
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan