HATI YANG GUNDAH
HATI YANG GUNDAH
Oleh. Thanil. Abu
#Tagur siana ke - 449 H - 85
Dianantara baswara merona menampakan wajahnya yang malu malu, untuk mengurai indahnya pagi untuk bersua kepada seluruh umat untuk menyambutnya dalam dekapan bahagia. Namun bukan berarti aku juga ikut tersenyum untuk bercumbana kepada sang penguasa siang.
Gunda menhampiri mengatakan hati yang telah pergi bersama sekelumit rasa yang tak perlu untuk mencari jawaban. Namun atma ini tetap resah dina, asiknya menarikan jemari diatas tuts gawai kesayangan. Tetiba Alat bantu ini melongoh ngambek tak terkendali.Daksaku lemas dalam fikir aku akan terjatuh tertimpah tangga pula.
Engkau adalah sejumput akara yang nyata, untuk menorehkan kisah dan harsa menjadi kenyataan, namun untaian aksara tak kutemukan lagi dalam fekapan hatimu nan mesra. apakah aku kecewa ? ya itulah kenyataan yang harus kuterima diusia yang senja dan rimpuh ini.
Sakit membilur jiwa bersenyawa dengan angan mengintai sebuah aksara tak ada kepastian. Alhamdulillah tepat Pukul 15.00. Dia kubawa bersama inangnya untuk mengurai kehidupan agar bisa hidup damai yang berkepanjangan.
#parigimoutong#
#thanilabu#
#30032022#
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan