Ida Kholidah, S. Ag.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Sekolah Literat Dalam Cahaya Islam

Gerakan Literasi Sekolah berbasis nilai keislaman merupakan ikhtiar pendidikan untuk menumbuhkan budaya literasi yang tidak hanya menguatkan kecakapan akademik peserta didik, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mulia. Program ini berangkat dari kesadaran bahwa literasi dalam perspektif Islam adalah perintah ilahiah sebagaimana termaktub dalam wahyu pertama, iqra’, yang menegaskan pentingnya membaca, memahami, dan mengolah pengetahuan sebagai jalan menuju kemuliaan manusia.

Di sekolah, literasi diposisikan sebagai ruh pembelajaran yang menyatu dengan nilai keimanan dan akhlak. Kegiatan membaca tidak semata membaca teks, tetapi juga membaca tanda-tanda kebesaran Allah dalam ilmu pengetahuan, lingkungan, dan realitas sosial. Peserta didik dibiasakan membaca Al-Qur’an, buku keislaman, dan bacaan umum yang bermuatan nilai kebaikan sebelum pembelajaran dimulai. Kebiasaan ini diharapkan menumbuhkan sikap religius, disiplin, dan cinta ilmu sebagai bagian dari ibadah sehari-hari.

Program GLS berbasis nilai keislaman juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan menulis dan berekspresi secara bertanggung jawab. Peserta didik didorong untuk menulis refleksi, kisah inspiratif, resensi buku, maupun pengalaman spiritual yang relevan dengan kehidupan mereka. Melalui kegiatan menulis, siswa belajar kejujuran berpikir, ketelitian, serta adab dalam menyampaikan gagasan. Menulis dipahami sebagai sarana tadabbur dan muhasabah, bukan sekadar tugas akademik.

Dalam proses pembelajaran, guru berperan sebagai teladan literasi. Guru tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga memperlihatkan kecintaan terhadap membaca, berdiskusi, dan menulis. Nilai-nilai Islam seperti amanah, tanggung jawab, toleransi, dan kasih sayang diintegrasikan dalam bahan bacaan dan aktivitas literasi kelas. Diskusi literasi diarahkan untuk melatih siswa berpikir kritis sekaligus santun, menghargai perbedaan pendapat, dan menjunjung tinggi etika dialog sebagaimana diajarkan dalam tradisi keilmuan Islam.

Perpustakaan sekolah dan pojok baca dikembangkan sebagai ruang literasi yang ramah, religius, dan inklusif. Koleksi bacaan mencakup literatur keislaman, kisah teladan para nabi dan ulama, sains populer, serta bacaan umum yang mendukung penguatan karakter. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat meminjam buku, tetapi juga pusat kegiatan literasi Islami seperti kajian buku, bedah kisah teladan, dan pameran karya tulis siswa.

Gerakan literasi ini juga melibatkan keluarga dan lingkungan sekolah sebagai ekosistem pendidikan. Orang tua diajak untuk mendukung kebiasaan membaca di rumah dan menjadi teladan literasi bagi anak-anak. Kegiatan literasi berbasis kepedulian sosial, seperti berbagi buku, menulis untuk kebaikan, dan aksi literasi lingkungan, diposisikan sebagai wujud pengamalan nilai Islam dalam kehidupan nyata.

Melalui GLS berbasis nilai keislaman, sekolah diharapkan mampu melahirkan generasi literat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial. Literasi menjadi jalan pembentukan insan beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Dengan demikian, sekolah bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang pembinaan peradaban yang menanamkan nilai kebaikan melalui kata, makna, dan keteladanan.

Wallaahu a'lam

Baarakallah lanaa wa lakum

#Salam Literasi: Indonesia_Berkarya!!!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post