Giat Literasi QM Getarkan Stagnasi Intuisi
Yayasan Yayasan QURUTA Insan Cendekia Indonesia (The YAQINNA Foundation) Yogyakarta melalui Pengurus Pusat QURUTA Management Lembaga Training dan Edukasi Motivasi Literasi Indonesia (PPQM LEMBAGA TEMALI) menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) Pelatihan Fasilitator Nasional Multitalenta Literasi Berbasis Kurikulum, Smartphone, dan Produk. Kegiatan ini berlangsung pada 14–15 Februari 2026 di Hotel Ririn, diikuti para pegiat literasi dari zona Purwakarta, Cianjur, Bandung, Pandeglang, serta tuan rumah Bogor. Kegiatan berlangsung kondusif, kolaboratif, dan inspiratif, menjadi ruang pertemuan ide sekaligus penguatan kapasitas fasilitator literasi nasional.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor yang diwakili Yosef Gunawan, Penelaah Teknis Kebijakan Disdik Kabupaten Bogor. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya kebijakan, strategi, dan peran Dinas Pendidikan dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Sekolah berbasis kurikulum, smartphone, dan produk. Ia menilai bahwa literasi saat ini tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi dan kreativitas peserta didik.
Turut hadir Ketua Yayasan QURUTA Insan Cendekia Indonesia, Emi Rusmiati, yang dikenal visioner dan berdedikasi tinggi dalam mengembangkan literasi nasional. Hadir pula Direktur QURUTA Management, Yoni Haris Setiawan, sosok motivator energik dan multitalenta yang memandu peserta menggali potensi diri. Sementara itu, penulis buku senior Indah Wulandari menjadi narasumber bidang kepenulisan yang membagikan cara mudah menulis dan mempublikasikan karya ilmiah dan inovatif. Ia juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempresentasikan karya literasi masing-masing.
Salah satu momen menarik adalah kehadiran Kepala SMPN 1 Leuwiliang Bogor, Dian Sukmawan, yang membawa serta kru jurnalistik siswanya. Mereka berbagi pengalaman nyata menggerakkan literasi melalui kegiatan jurnalistik sekolah. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa literasi dapat tumbuh kuat jika didukung ekosistem sekolah yang aktif dan kreatif.
Pelatihan ini dirancang dengan komposisi 10 persen teori dan 90 persen praktik. Hari pertama diawali dengan orientasi peserta dan kontrak belajar, dilanjutkan dengan penampilan role model talenta dari SMPN 1 Leuwiliang yang membuka wawasan peserta. Selanjutnya, peserta mendapatkan brainstorming peta jalan literasi berbasis kurikulum, smartphone, dan produk, serta praktik pengolahan talenta literasi dan strategi publikasi karya ke media. Meskipun berlangsung dari pagi hingga malam dan menguras energi, suasana tetap hidup dan menyenangkan berkat icebreaking dan pendampingan intensif dari para motivator.
Memasuki hari kedua, peserta tampil mempresentasikan talenta jurnalistik sesuai minat dan fasilitas yang dimiliki. Talenta tersebut meliputi pembaca berita, reporter, host, penulis naskah, public relation, fotografer, kameramen, editor, hingga konten kreator. Para narasumber memberikan kritik dan masukan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Kegiatan kemudian ditutup dengan evaluasi, pembahasan rencana tindak lanjut, pembentukan Korps Fasilitator Literasi Nasional berbasis zonasi, serta pelantikan korps fasilitator.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan kepada peserta terbaik, peserta terenergik, penulis berbakat, dan Duta Literasi Nasional QURUTA Management. Emi Rusmiati dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya, bahwa seluruh talenta yang lahir dari pelatihan ini dapat memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi sekolah dan daerah masing-masing.
Pada kesempatan ini, Komunitas Literasi Sekolah Purbasari Kabupaten Purwakarta berhasil meraih tiga penghargaan. Ida Kholidah, guru Pendidikan Agama Islam SMPN 1 Bungursari, meraih peserta terbaik kedua. Eko Ardianto, guru SDN 1 Pasirmunjul, meraih peserta terbaik ketiga, dan Pipin Tresnawati, guru Bahasa Indonesia SMPN 9 Purwakarta, dinobatkan sebagai penulis berbakat. Sementara itu, Kabupaten Bogor meraih tiga penghargaan lainnya, yaitu peserta terbaik pertama, peserta terenergik, dan Duta Literasi Nasional QURUTA Management.
Berakhirnya ToT ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru gerakan literasi. Yoni Haris Setiawan menegaskan bahwa para peserta merupakan kekuatan yang akan menggerakkan literasi di daerahnya masing-masing. Ia menyebut para fasilitator ini sebagai sumber daya manusia yang siap “menggetarkan stagnasi intuisi”.
Frasa tersebut menjadi simbol semangat baru bahwa Giat Literasi QM (QURUTA Management) bukan sekadar kegiatan membaca dan menulis, tetapi gerakan transformasi kesadaran. Literasi diharapkan mampu membangkitkan intuisi, kreativitas, dan keberanian berkarya. Dari Bogor, semangat itu kini menyebar ke berbagai daerah, membawa harapan lahirnya generasi literat yang mampu menginspirasi dan menggerakkan perubahan di nusantara.
Wallaahu a'lam
Baarakallah lanaa wa Lakum
#Salam Literasi: Indonesia_Berkarya!!!
Dokumentasi: Tim CAFASNAS

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan