Ida Kholidah, S. Ag.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Semangat Ikuti Tantangan Diklat-1 TALENTA 5 Tahun 2026
Launching dan Memulai Tantangan Literasi Nusantara GAREULIS JABAR 2026

Semangat Ikuti Tantangan Diklat-1 TALENTA 5 Tahun 2026

Sabtu 18 April 2026 salah satu aktivitas ekstrakurikuler Jurnalistik SMPN 1 Bungursari setelah melakukan mindfulness di sekolah, dalam sebuah tim dipimpin pembina ekstrakurikuler mengikuti launching Tantangan Literasi Nusantara yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Pusat GLN GAREULIS Jabar dan memulai tantangannya berupa Diklat-1 TALENTA 5 hingga sore hari di ruang virtual. Kegiatan ini merupakan serangkaian dari10 tantangan yang harus dilalui oleh setiap peserta rentang waktu 18 April 2026 - 18 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan roadshow literasi dan penjurian pada tanggal 1 Juli 2026 - 30 September 2026 dan berakhir di penganugerahan Tingkat Nasional pada tanggal 17 Oktober 2026. Berikut Ulasan dari Diklat-1 TALENTA 5 Tahun 2026 :

1. GLN Gareulis

Pemateri: Hj. R. Yulia Yulianti, M. Pd. (Ketuau mum GLN Gareulis)

Materi tersebut membahas Gerakan Literasi Nasional (GLN) khususnya program GAREULIS yang berfokus pada peningkatan budaya membaca, menulis, dan literasi digital melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya budaya membaca, kurangnya ekosistem literasi, serta minimnya kolaborasi lintas pihak sehingga literasi belum merata. Literasi dipandang penting karena mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kualitas pendidikan, karakter, dan kemajuan bangsa. Tujuan utamanya adalah membentuk generasi literat yang mampu memahami informasi, berpikir kritis, kreatif, serta adaptif terhadap perkembangan digital. Untuk mencapai hal tersebut, strategi yang dilakukan meliputi penguatan budaya membaca dan menulis, digitalisasi literasi, penyediaan sarana, serta kolaborasi berbagai pihak, dengan harapan memberikan manfaat luas bagi siswa, keluarga, dan masyarakat dalam aspek pendidikan, sosial, hingga ekonomi.

2. GPMB Sebagai Gerakan Transformatif Strategi dan Upaya Penggerak Literasi

Pemateri: Nuradi Indrawijaya (Sekjen GPMB)

Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) merupakan upaya transformatif untuk meningkatkan budaya literasi melalui pemetaan kebutuhan yang meliputi sarana prasarana, bahan pustaka, penguatan kapasitas SDM, program yang relevan, dan branding lembaga, dengan pendekatan analisis seperti FGD, survei, wawancara, dan observasi. Keberhasilan gerakan ini sangat ditentukan oleh keterlibatan stakeholder dalam konsep pentahelix (akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan media) serta partisipasi aktif masyarakat yang mampu memperkuat dukungan dan rasa memiliki terhadap program literasi. Program yang dijalankan harus bersifat berkelanjutan, berbasis evaluasi, dan berdampak nyata, serta dikembangkan melalui variasi kegiatan dan sasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan. Dalam perencanaannya, diperlukan kejelasan deskripsi program, pemetaan kapasitas, identifikasi masalah, serta penentuan tujuan dan dampak agar penggerakan literasi dapat berjalan efektif dan mampu membangun budaya baca yang kuat di masyarakat.

3. Kebijakan dan Implementasi Gerakan Literasi Nasional

Pemateri: Prof. Dr. Cecep Darmawan S.H., S.I.P., S.A.P., S. Pd., M.Si., M.H.

Gerakan Literasi Nasional (GLN) merupakan upaya strategis untuk menumbuhkan budaya membaca, menulis, dan kecakapan literasi secara menyeluruh melalui kolaborasi keluarga, sekolah, dan masyarakat, yang didukung oleh dasar hukum sebagaimana tercantum dalam PPT, yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 4 ayat (5) yang menekankan pengembangan budaya membaca, menulis, dan berhitung; Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan Pasal 48 tentang pembudayaan gemar membaca serta Pasal 51 tentang gerakan nasional gemar membaca; Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 6 yang menegaskan pentingnya kompetensi literasi dan numerasi; serta Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti yang mendorong pembiasaan membaca 15 menit sebelum pembelajaran. GLN bertujuan membangun budaya literasi sebagai bagian dari pembelajaran sepanjang hayat untuk meningkatkan kualitas hidup, dengan cakupan literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan. Pelaksanaannya dilakukan secara berkesinambungan, terintegrasi, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan melalui program literasi sekolah, keluarga, dan masyarakat. Strategi yang diterapkan meliputi penguatan kapasitas pendidik, penyediaan sumber bacaan bermutu, perluasan akses sarana literasi, peningkatan pelibatan publik, serta penguatan tata kelola. Implementasi di sekolah diwujudkan melalui pembiasaan membaca, pengembangan perpustakaan dan pojok baca, integrasi literasi dalam kegiatan pembelajaran, serta penerapan metode seperti read aloud dan review bacaan untuk meningkatkan minat baca, pemahaman, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan komunikasi peserta didik sehingga terbentuk generasi literat yang berkarakter dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

4. Menulis Puisi dan Sajak Menyatakan Rasa Dalam Kata

Pemateri: Putra Gara (Penulis Puisi)

Materinya menjelaskan bahwa puisi dan sajak merupakan bentuk ekspresi paling jujur untuk menyampaikan perasaan, gagasan, dan pengalaman hidup melalui bahasa yang indah, padat makna, dan penuh imaji. Puisi menekankan keindahan bahasa dan makna mendalam, sementara sajak identik dengan rima meski batasnya kini semakin fleksibel. Menulis puisi bukan hanya soal estetika, tetapi juga proses refleksi diri yang melatih kepekaan, imajinasi, kreativitas, serta menjadi cara merekam pengalaman secara estetik. Bagi pemula, menulis puisi dapat dimulai dengan menentukan tema yang dekat, menggunakan imaji yang kuat, memilih kata secara hemat, memperhatikan irama, serta menulis dengan jujur dan personal. Agar puisi lebih hidup, perlu banyak membaca, rutin menulis, mengedit diksi, dan membacakan karya untuk merasakan ritmenya. Pada akhirnya, menulis puisi adalah perjalanan batin yang bermakna, tanpa aturan kaku, yang terpenting adalah keberanian memulai dan kejujuran dalam menyampaikan isi hati melalui setiap bait.

Demikian ulasan Diklat-1 TALENTA 5 Tahun 2026 untuk memulai melalui tantangan, dan tetap semangat untuk mengikuti 3 paket Diklat berikutnya sebagai tantangan 1 literasi nusantara. Semoga bermanfaat.

Wallaahu a'lam

Baarakallah lanaa wa lakum

#Salam Literasi: Indonesia_Berkarya!!!

#EkskulJurnalistiSMPN1BungursariPurwakarta

#TALENTA_GLN_GAREULIS

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post