Ketika Iman Membuat Seseorang Berani Bersuara
Di tengah hiruk pikuk zaman, seringkali kita bertanya dalam hati: apa yang bisa kita lakukan untuk agama ini? Apakah harus menjadi ulama besar, atau memiliki harta melimpah untuk bisa disebut menolong agama Allah? Taushiyah Ustadz Munawar mengajak kita kembali menunduk pada satu ayat yang sederhana namun luar biasa: "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
Ustadz Munawar mengingatkan kita lewat kisah Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq. Beliau bukan seorang panglima perang saat itu. Beliau juga tidak memiliki kekuasaan. Yang beliau miliki hanyalah iman yang utuh dan keberanian untuk membela kebenaran. Ketika Rasulullah dipukuli di pelataran Ka'bah dan orang-orang Quraisy berteriak, Abu Bakar maju dan membentak mereka dengan kalimat yang sampai hari ini mengguncang dada: "Apakah kalian hendak membunuh seseorang hanya karena dia berkata, Tuhanku adalah Allah?" Satu kalimat itu cukup. Tidak ada teriakan massa, tidak ada kerusuhan. Hanya keberanian seorang sahabat yang tidak tega melihat agamanya dihinakan.
Dari situlah kita memahami bahwa menolong agama Allah tidak selalu berarti turun ke medan laga. Kadang ia hadir dalam bentuk yang sangat sederhana. Menjadi orang pertama yang berani berkata "tunggu dulu" ketika ada berita bohong beredar di grup keluarga. Menjadi guru yang tetap sabar mendidik meski digaji kecil. Menjadi siswa yang memilih jujur saat ujian meskipun semua teman mencontek. Itulah bentuk pertolongan kita hari ini. Kecil di mata manusia, besar di sisi Allah.
Dan lihatlah bagaimana Allah membalas keberanian Abu Bakar. Allah tidak pernah zalim dalam memberi balasan. Karena ia menemani Nabi di saat paling genting, di dalam Gua Tsur, Allah abadikan dirinya dalam Al-Qur’an sebagai "orang kedua dari dua orang". Beliau dijuluki sahabat hijrah lalu karena ia mendahulukan agama di atas harta, Allah mudahkan jalannya hingga seluruh sahabat sepakat memilihnya menjadi Khalifah pertama tanpa ada perselisihan. Karena ia mengorbankan seluruh hartanya di jalan Allah, Rasulullah sendiri bersaksi bahwa tidak ada sedekah siapa pun yang menandingi manfaatnya bagi dakwah. Ada ulama yang mengatakan, dalam hal pengorbanan dan keikhlasan, timbangan amal Abu Bakar hampir menyamai timbangan umat seluruhnya. Ini bukan tentang menyamakan derajat. Ini tentang memberi kita gambaran, bahwa pertolongan Allah itu nyata dan terukur. Ketika kita membela agama-Nya, Allah akan membela kita. Ketika kita meneguhkan agama-Nya di bumi, Allah akan meneguhkan kedudukan kita di hadapan manusia.
Di ruang kelas, di media sosial, di lingkungan kerja, kita semua punya "Ka'bah" masing-masing. Ada saatnya nilai-nilai agama dilecehkan lewat candaan, ada saatnya kebenaran dibungkam karena takut kehilangan popularitas. Di titik itulah ayat ini menguji kita. Mau diam seperti kebanyakan orang, atau mau bersuara seperti Abu Bakar.
Taushiyah Ustadz Munawar bukan untuk membuat kita merasa kecil karena tidak sehebat Abu Bakar. Justru sebaliknya. Ia untuk mengingatkan bahwa jalan Abu Bakar terbuka untuk siapa saja. Tidak perlu menunggu jadi orang hebat dulu baru bisa membela agama. Cukup mulai dari hari ini, dari hal kecil, dari lingkungan terdekat. Karena janji Allah dalam Q.S. Muhammad ayat 7 tidak pernah berubah: selama kita menolong agama-Nya, maka Dia pasti akan menolong kita. Ditolong urusan dunia, diteguhkan hati, dan dimuliakan nama di dunia dan akhirat.
Semoga kita termasuk orang-orang yang berani menjadi "Abu Bakar" di zaman kita sendiri.
Wallahu a'lam
Baarakallah lanaa wa lakum
#Salam Literasi: Indonnesia_Berkarya!!!

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
