Ida Kholidah, S. Ag.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ngosrek Hari Ini, Menyapu Debu, Menumbuhkan Peradaban
"Jumsih (Jum'at Bersih) Ngosrek Sekolah, Menyambut Tahun Ajaran dengan Semangat Kebersamaan"

Ngosrek Hari Ini, Menyapu Debu, Menumbuhkan Peradaban

Ada pemandangan yang selalu menghadirkan harapan setiap menjelang dimulainya tahun ajaran baru di SMP Negeri 1 Bungursari. Bukan deretan buku baru atau seragam yang masih rapi, melainkan sapu yang bergerak serempak, kain pel yang membasahi lantai, serta tawa para siswa yang bergotong royong bersama wali kelas membersihkan ruang belajar mereka.

Di Purwakarta, kegiatan seperti ini bukan sekadar bersih-bersih. Ia telah menjadi bagian dari budaya pendidikan yang dibangun melalui Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 69 Tahun 2015 tentang Pendidikan Berkarakter, yang menegaskan bahwa pembentukan karakter peserta didik dilaksanakan secara terpadu melalui pembinaan di dalam maupun di luar kelas dengan berpedoman pada nilai-nilai 7 Poe Atikan Purwakarta Istimewa.

Lebih dari itu, semangat tersebut terus diperkuat melalui berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, termasuk gerakan Jumat Ngosrek, sebuah budaya gotong royong membersihkan lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan, kesehatan, dan tanggung jawab sosial. Gerakan ini sejalan dengan penguatan pendidikan karakter sekaligus berbagai program pendidikan berwawasan lingkungan yang dikembangkan di sekolah-sekolah Purwakarta, termasuk Tatanén di Balé Atikan.

Maka ketika siswa-siswi SMP Negeri 1 Bungursari bersama para wali kelas memulai tahun pelajaran dengan ngosrek, sesungguhnya mereka sedang menghidupkan nilai-nilai pendidikan karakter yang telah menjadi identitas Kabupaten Purwakarta. Mereka belajar bahwa kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh warga sekolah. Mereka belajar bahwa ruang kelas yang nyaman lahir dari tangan-tangan yang mau bekerja, bukan hanya dari fasilitas yang tersedia.

Nilai gotong royong tumbuh tanpa perlu dipidatokan. Kepedulian muncul tanpa harus dihafalkan. Keteladanan hadir ketika guru ikut memegang sapu, mengangkat meja, dan membersihkan sudut-sudut kelas bersama peserta didik. Inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya: bukan berhenti pada teori, melainkan hidup dalam kebiasaan.

Semangat tersebut selaras dengan filosofi 7 Poe Atikan, khususnya Jumat Nyucikeun Diri. Makna "nyucikeun" tidak hanya dimaknai sebagai penyucian spiritual melalui ibadah, tetapi juga diwujudkan dalam membersihkan lingkungan sebagai cerminan kebersihan hati, pikiran, dan perilaku. Lingkungan yang bersih menjadi media tumbuhnya jiwa yang disiplin, peduli, dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, ngosrek bukan sekadar menghilangkan debu yang menempel di lantai sekolah. Ia sedang membersihkan sikap acuh menjadi kepedulian, mengubah kebiasaan menunggu menjadi budaya bergerak, serta menanamkan kesadaran bahwa karakter mulia selalu lahir dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Karena sesungguhnya, sekolah yang hebat bukan hanya diukur dari megahnya bangunan atau tingginya prestasi, tetapi dari warganya yang rela bergotong royong menjaga lingkungan sebagai rumah bersama. Dan mungkin, dari sapu sederhana yang diayunkan pagi itu, sedang lahir generasi yang kelak akan mampu membersihkan bangsa ini dari sikap individualisme, ketidakpedulian, dan kemalasan.

"Karakter tidak dibangun oleh kata-kata, tetapi oleh kebiasaan. Dan di Purwakarta, sebatang sapu dapat menjadi alat pendidikan yang mengajarkan tanggung jawab, gotong royong, dan cinta terhadap lingkungan."

Wallaahu a'lamBaarakallah lanaa wa lakum

#Salam Literasi: Indonesia_Berkarya!!!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post