Menatap Rambutan (T.2096)
Assalamualaikum, selamat sore menjelang senja datang untuk semua teman dan sahabat dimanapun berada. Bagaimana kabarnya hari Minggu ini?
Sobat, pohon rambutan yang sedang berbuah memang membuat hati ingin mendekat dan mengambilnya. Apalagi buahnya lebat seperti ini.
Oh iya, ini adalah buah rambutan yang ada di belakang rumahku. Buahnya lebat dan sengaja dibiarkan masak sempurna terlebih dahulu. Tujuannya agar lebih manis waktu dimakan karena rambutan ini bukan rambutan Binjai yang manis itu. Cuma kalau matang sempurna rasanya tetap manis dan enak.
Ini saya bersama teman menatap pohon rambutan ini dengan harapan bisa menikmati buah rambutan ini. Kemudian kami berpikir bagaimana ya, supaya buahnya bisa turun dan dapat dimasukkan dalam karung kemudian disantap?
Ya, caranya tentu saja diambil dan diturunkan buahnya. Cuma saya tidak berani naik. Lumayan tinggi dan takut terjatuh nantinya.
Cuma jangan cemas, kita akan cari bantuan ya. Supaya nantinya buah rambutan ini bisa sampai ke tangan kita. Sabar, tik kita cari dulu teman yang bisa mengambilnya, nanti kita saja yang mengumpulkan di bawah.... hehehe....
Sekian dulu sobat tulisanku hari ini, besok disambung lagi. Karena di sini hujan lebat disertai petir... Selamat sore, salam literasi...
------------
Sawahlunto, 11 Januari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
