Sahara (10) Suka duka Belajar di negeri Orang
Sahara tinggal di asrama al-Azhar putri Madinah Buuts el-Islamiyah. Biaya hidup di Mesir tidak terlalu banyak. Bahkan, uang sebesar Rp. 1 juta sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari berikut biaya sewa kamar. Mahasiswa yang mendapat beasiswa PBSB luar negeri mendapat bantuan biaya hidup sebanyak Rp. 1 juta perbulannya.
Sahara dan Ihsan merasakan karakter orang-rang Mesir sangat baik dan ramah. Tidak jarang, saat di jalanan, mereka melihat orang Mesir memberikan kamu uang begitu saja kepada mahasiswa dengan alasan untuk membeli buku. Meski begitu, tentu masih ada beberapa orang jahat, dimana mereka bisa merampok dan menipu orang asing. Intinya, Sahara dan ihsan tetap hati-hati.
Hidup di rantau orang membuat Sahara dan Ihsan benar-benar harus berusaha untuk menyesuaikan diri. Dimana bumi dipijak disana langit dijunjung. Banyak suka dan duka mereka alami ketika berada jauh dari kampung halaman. Namin karena niat mereka yang kuat untuk menuntut ilmu, mereka menjalaninya dengan sabar.
***
Dalam mengikuti proses belajar di Al Azhar, merekapun harus menyesuaikan diri dengan kondisi di kampus. Meski mereka merasa birokrasi dan adminstrasi di kampus tersebut agak lamban karena belum terintegrasi dengan komputerisasi, mereka mencoba memaklumi dan mengantisipasi dengan mengurus segala hal lebih awal agar tidak menganggu proes belajar mereka.
Di Al-Azhar tidak ada yg namanya semester, adanya tingkat. Tiap satu tingkat masanya 1 tahun, namun tetap ada 2 kali ujian awal tahun dan akhir tahun. Di awal tahun, rata-rata mereka menjalani 5-6 materi ujian. Di akhir tahun, mereka menjalani 9-12 materi ujian.
Ketentuan dari kampus, jika seorang mahasiswa tidak lulus 3 materi, maka mahasiswa tersebut harus mengulangi 1 tahun lagi masa belajarnya untuk 3 materi tersebut. Namun, jika yang tidak lulus 1-2 materi, mereka bisa melanjutkan ke tingkat selanjutnya dan tetap harus menjalani ujian untuk materi yang tidak lulus itu saja.
Sahara dan Ihsan berusaha untuk dapat lulus ujian untuk setiap materi yang diajarkan pada setiap tingkat. Mereka berharap progam S1 yang sedang mereka jalani dalam 4 tingkat dapat mereka selesaikan dalam empat tahun.
Sahara dan Ihsan saling mendukung dan memotivasi untuk menyelesaikan studi mereka. Terlihat semangat dan gairah mereka dalam belajar sangat tinggi, apalagi bila mereka mengingat impian mereka akan mahligai rumahtangga yang telah mereka ikrarkan sejak awal sebelum mereka berangkat ke negeri seribu menara ini. Bila mengingat semua itu, tidak ada rintangan yang tidak bisa mereka lewati. Suka dan duka menuntut ilmu di perantauan mereka lakoni dengan keikhlasan dan rasa syukur yang tinggi.
Ihsan dan Sahara menteladani karakter guru-guru mereka di sini, mereka mendapati para ulama al-Azhar tetap dalam kesahajaan mereka. Mereka meyakini keikhlasan yang terefleksikan dalam perilaku para ulama inilah yang ikut berkontribusi terhadap kesuksesan para alumninya.
Apakah yang akan terjadi ke depan? Apakah ada rintangan yang tidak dapat mereka atasi? sehingga menghancurkan semua cita-cita dan cinta mereka? Simak terus ya kisahnya di cerbung Sahara ini.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
