Ilma Wiryanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sahara (4) Namaku Ihsan
Sahara sumber smart.pustaka.blogspot.com

Sahara (4) Namaku Ihsan

Hari seleksi olimpiade sains akhirnya tiba. Perasaan Sahara sangat berdebar-debar. Dia dipenuhi oleh rasa kekhawatiran, apakah dia akan mampu menakhlukkan soal-soal yang diberikan. Namun kepercayaan dirinya kembali bangkit setelah dia mengingat bagaimana dia telah mempersiapkan diri selama ini dengan sangat baik. Apalagi kehadiran pemuda cerdas yang dikaguminya akan ikut berkompetisi bersamanya, dia makin bersemangat.

Dari pondok, mereka diantar oleh ustadz dan ustadzah Pembina ke tempat kompetisi. Mereka menaiki kendaraan pondok yang telah siap di depan kantor. Dengan langkah pasti Sahara melangkah menuju kendaraan. Dia sudah melihat pemuda yang mewakili pondok putra juga sudah siap de dekat mobil yang akan mengantar mereka. Tapi Sahara belum melihat Pembina mereka.

“Assalamualaikum, Ukhti” ucap pemuda itu menyapanya.

“waalaikumsalam, Akhi. Ustadz dan ustadzah di mana?” tanya Sahara setelah menjawab salam pemuda tersebut.

Hati Sahara bermekaran indah bagai bunga di musim semi mendengar pemuda yang dikaguminya menyapanya dengan ramah. Tapi jantungnya desir dengan kuat.

“Mereka masih mengurus administrasi keberangkatan kita,” jawab pemuda itu dengan senyum manisnya.

“Ooo,”jawab Sahara sambil menggguk kemudian menundukkan wajahnya., Dia tidak tahu apa yang akan ditanyakannya lagi, karena dadanya berdebar –debar keras yang membuat pipinya bersemu merah.

“Siapa namamu? Nama saya Ihsan,”ucap pemuda itu, memperkenalkan dirinya.

Sahara mengangkat wajahnya dengan gugup, “Nama saya Sahara,” jawabnya dengan suara sedikit bergetar.

“Nama yang bagus,” ucap Ihsan pelan, namun Sahara masih bisa mendengarnya sehingga membuat wajahnya kembali memerah.

Untung Ustadz dan ustadzah segera datang dan menyuruh mereka memasuki mobil untuk berangkat menuju tempat kompetisi. Jika tidak tentu Sahara makin salah tingkah dan ingin mencari lubang untuk menyembunyikan dirinya di dalamnya. Ihsan hanya tersenyum melihat reaksi Sahara dengan sudut matanya.

Bagaimanakah hubungan kedua remaja yang berprestasi ini selanjutnya? Kita ikuti kisa mereka di episode yang akan datang.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post