Sahara (5) Hati Terpaut di Arena Kompetisi Olimpiade Sains
Rasa syukur sangat memagut hati kedua remaja yang telah berjuang dengan keras dalam mengikuti Kompetisi sains mewakili daerah mereka. Kompetisi yang diikuti dengan persiapan yang matang itu telah membawa Sahara dan Ihsan lolos ke tingkat nasional. Sahara dan Ihsan benar-benar merasakan bahwa hasil tidak mengkhianati usaha mereka.
Persiapan kembali untuk menghadapai kompetisi tingkat nasionaltelah menunggu mereka. Kesempatan ini membawa mereka kembali bersama mengikuti pembinaan yang intensif dari para pembimbing. Kini bimbingan tidak hanya dari dalam pondok tapi juga dari luar yang ditunjuk oleh panitia sains nasional provinsi DI Yogyakarta.
Kini hubungan mereka makin akrab, karena telah saling mengenal. Meski tidak dapat bertemu secara langsung, mereka berkomunikasi melalui akun media social yang mereka miliki. Untuk berkomunikasi langsung tidak dapat mereka lakukan karena di pondok mereka dilarang membawa gawai.
Kesempatan berkomunikasi dapat dilakukan pada saat kegiatan libur pada hari jumat saat mereka bisa mengakses warnet.
Komunikasi yang terjadi lebih banyak saling memotivasi untuk meningkatkan prestasi belajar. Bagi Sahara kehadiran Ihsan benar-benar menjadi bahan bakar untuk menghasilkan energinya dalam belajar. Begitu juga sebaliknya.
Meski kehidupan di pondok membuat pertemuan mereka sangat terbatas, bahkan hampir tidak dimungkinkan sama sekali. Kecuali mereka baru bisa bertemu bila mewakili sekolah untuk kegiatan tertentu seperti olimpiade sains ini.
Meski tidak berhasil memenangkan kompetisi tingkat nasional, namun mereka adalah siswa pilihan dari pondok mereka masing-masing. Masih banyak kesempatan pada kompetisi-kompetisi yang lain yang diercayakan kepada mereka. Kebersamaan yang sering terjadi makin mempererat pertautan hati mereka.
Melalui Chat Ihsan menutup pertemuan mereka di dunia maya, pada malam sebelum ujian nasional. Kalimat yang membangkitkan semangat mereka untuk melakukan yang terbaik di akhir masa pendidikan mereka di pondok.
[Do your best at every opportunity tahat you have. Semoga kita diberi kemudahan dalam mengerjakan ujian besok. Aamiin] Tulis Ihsan.
Mereka merajut cinta dengan rasa tanggungjawab sekaligus mengukir prestasi belajar untuk mewujudkan cita-cita. Dukungan yang saling timbal balik mengantarkan mereka mencapai nilai terbaik di pondok mereka masing-masing.
Saraha memperoleh nilai ujian nasional tertinggi di sekolahnya. Begitu juga dengan Ihsan. Kedua remaja ini bak bintang yang bersinar terang di sekolah mereka masing-masing.
Prestasi yang berhasil mereka raih di sekolah menjadi jalan yang mengantarkan mereka kepada jalan impian cita-cita mereka. Sahara diterima melalui jalur undangan untuk mendapatkan beasisiwa di Fakultas kedokteran UGM. Begitu juga dengan Ihsan, terbuka jalan baginya untuk mempelajari ilmu tafsir di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.
Ditengah kebahagian yang mereka kecap, terbersit kesedihan yang membuat hati mereka berdua gunda gulana. Jarak yang membentang akan memisahkan mereka selama bertahun-tahun.
Sanggupkan mereka menjalaninya? Apakah mereka tidak peduli dengan jarak diantara mereka? Ataukah jarak merupakan cara bagi mereka untuk saling setia? Kita ikuti kisah mereka pada episode berikutnya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
