Sahara (7) Menuju Negeri Seribu Menara
Allah menakdirkan Ihsan dan Sahara untuk bersama. Sahara akhirnya bisa mendapatkan beasiswa kuliah di Universitas Al Azhar Kairo Mesir seperti harapan mereka. Mereka sangat bahagia. Hanya rasa syukur yang mengisi seluruh rongga dada mereka. Karunia Allah ini makin memacu mereka untuk menempuh pendidikkan sebaik-baiknya di negeri orang dan segera pulang ke tanah air untuk mewujudkan impian mahligai rumah tangga yang mereka cita-citakan.
Persiapan keberangkatanpun mereka lakukan dengan bersemangat. Setelah menuntaskan Program PUSIBA sebagai persiapan untuk kelancaran berkomunikasi dalam bahasa arab nantinya pada saat perkuliahan, mereka mulai menyiapkan dokumen keberangkatan ke Mesir. Paspor dan Visa juga segera mereka urus. Tiket datang dan pulang terakhir (setelah lulus) ditanggung oleh Al-Azhar.
Waktu keberangkatanpun tiba. Ibu panti auhan, Ibu Salina melepas Sahara dengan derai air mata. Namun doa untuk kelancaran perjalanan dan studi Sahara itu yang utama diucapkannya. Rasa haru yang mendalam menyungkupi perasaan Sahara, dia menangis seakan tidak bisa menyudahinya. Betapa besar rasa terimakasihnya kepada Ibu Salina yang telah merawat dan membesarkannya. Akhirnya ucapan kata perpisahan memutus kedekatan jarak diantara ibu dan anak gadisnya ini. Hanya kepasrahan dan mohon penjagaan kepada Allah yang dia pinta, somoga Sahara selalu dalam perlindungan-Nya.
Perjalanan dengan pesawat terbang selama 12 jam dengan satu kali transit di Jedah terasa sangat melelahkan bagi mereka. Namun demi melihat kilauan air sungai Nil di atas pesawat yang merendah, telah menghilangkan semua rasa lelah itu.
Udara dingin 16 derajat Celsius menyambut mereka di Bandara Kairo. Seorang petugas dari Pengurus Harian Pusat Organisasi Pelajar Mahasiswa Indonesia di Mesir (PPMI) menyambut rombongan mereka dan langsung mengantarkan mereka ke asrama mahasiswa.
Mereka tinggal di asrama Al Azhar Buuts, daerah Buuts, Cairo. Untuk para penerima beasiswa Al-Azhar telah disediakan beberapa fasilitas perkuliahan mereka. Seperti tempat (asrama) disiapkan, buku disubsidi, makan tiga kali sehari, plus uang saku. Mereka tinggal bersama mahasiswa dari berbagai negara.
Bagaimanakah kehidupan kedua sejoli ini dalam menempuh studi di negeri seribu menara? Ikuti terus kisah mereka ya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
