Ilma Wiryanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Catatan Seorang Guru (6) Bertahan Hidup di Perantauan
catatan hati guru sumber wattpad.com

Catatan Seorang Guru (6) Bertahan Hidup di Perantauan

Pindah tugas berarti memboyong keluarga ke tempat yang baru. Ini bukan hal mudah bagi keluargaku. Karena aku memiliki keluarga yang besar. Ada enam anak-anak yang masih kecil dalam keluargaku. Untungnya di tempat tugas yang baru kami mendapat rumah dinas.

Meski untuk tempat berteduh sudah tidak ada masalah, tapi untuk keperluan sehari-hari di perantauan dengan mengandalkan gajiku sebagai pengawas sekolah sangatlah pas-pasan. Aku dan istri benar-benar memutar otak agar bisa mencukup-cukupkan gaji yang terbatas untuk segala keperluan kami.

Dulu ketika kami masih di kampung meski gaji guru juga sangat kecil tapi tidak begitu terasa susah memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena di kampung kami masih memiliki sawah dan ladang. Sehingga kebutuhan makan sehari-hari untuk jumlah keluarga yang besar tidak menguras gaji bulananku.

Kondisi kami diperantauan ini, memaksa aku berusaha mencari penghasilan tambahan di malam hari dengan menjadi dosen di universitas swasta di kota kami. Aku mengajar ilmu filsafat dan statistik. Pengahasilan tambahan ini sedikit membantu untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami.

Karena terlalu banyak kegiatan dan terlalu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan kami, tubuhku tidak bisa mentolerir, sehingga aku harus istirahat di rumah sakit karena penyakit liver. Syukur istriku sangat tabah dan memiliki berbagai cara untuk menghemat pengeluaran kami. Halaman yang masih tersisa sedikit ditanaminya dengan aneka sayur mayur dan beternak ayam. Usaha itu sangat membantu untuk melengkapi gizi anak-anak kami.

Aku juga berusaha dengan beternak lebah madu di log-log dari papan di halam rumah kami. Bibitnya aku dapatkan dengan memburu sarang lebah di hutan dengan teman-teman satu komunitas peternak lebah. Alam yang mendukung, bunga-bunga dan vegetasi lainnya yang berlimpah membuat madu yang dihasilkan mencukupi untuk kebutuhan kami. Selain madu kami juga panen serbuk sari atau polen yang dihasilkan lebah. Kedua produk ini sangat baik untuk kesehatan dan pertumbuhan buah hati kami.

Setiap pagi istriku akan memberikan sarapan untuk anak-anak kami. Mereka masing-masing mendapat setangkup roti sultana dengan susu bersubsidi serta satu sendok madu bercampur polen sebelum berangkat ke sekolah. Sarapan yang sehat dari hasil budidaya kami dapat sedikit menghemat pengeluaran yang harus kami atur dengan ketat agar cukup untuk satu bulan.

Aku sangat menghargai segala upaya istriku dalam mengatur keuangan rumah tangga, sehingga anak-anak tetap sehat dan bisa menerima pendidikan dengan baik di sekolah. Suatu hal yang sangat membahagiakanku melihat anak-anak dapat berprestasi di sekolah meski kami hidup dalam kondisi sangat terbatas. Hal itulah yang membuat aku makin giat berusaha lagi untuk masa depan mereka.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post