Ilma Wiryanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kiprah HR Rasuna Said di Dunia Tulis Menulis
HR Rasuna Said sumber gambar kumparan.com

Kiprah HR Rasuna Said di Dunia Tulis Menulis

HR Rasuna Said kelahiran Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada tanggal 14 September 1910. Sedari kecil beliau sudah memperlihatkan kecintaannya pada ilmu pengetahuan.

Beliau menjadi santri di Diniyah School Padang Panjang. Pada saat itu beliau merupakan satu satunya santri wanita. Karena kecerdasannya beliau ditunjuk sebagai pengajar kelas dibawahnya meskipun dia masih berstatus pelajar. Setelah selesai pendidikan belaiu mengabdi di almamaternya, karena zaman itu tidak banyak wanita yang bisa melanjutkan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi. Ketika mengajar beliau banyak menanamkan betapa pentingnya pendidikan bagi kaum wanita.

Selain ilmu pengetahuan umum beliau juga sangat tertarik pada ilmu agama. Karena itu pandangan dan prinsip hidup beliau banyak dipengaruhi oleh gurunya H Abdul Karim Amrullah yang merupakan ayah dari Buya Hamka. Sehingga dalam langkah perjuangannya banyak dipengaruhi oleh Abdul Karim.

Rasuna said merasa perjuangan seorang wanita tidak hanya melalui jalur pendidikan tapi juga bisa memasuki bidang politik sehingga akhirnya beliau bergabung dengan Sarekat Rakyat. Beliau sangat pandai berpidato yang isinya pesan anti kolonial secara tajam dan terbuka, hal inilah yang menyebabkan beliau dipenjara pada tahun 1932.

Kiprahnya dibidang tulis menulis adalah dengan menjadi pemimpin redaksi di majalah Raya pada tahun 1935. Majalah ini dikenal radikal bahkan dicatat sebagai tonggak perlawanan di Ranah Minang. Karena geraknya dipersempit oleh tentara Belanda akhirnya beliau pindah ke Medan. Tahun 1937 beliau mendirikan perguruan putri di Medan dan menerbitkan majalah mingguan bernama Menara Putri, Rasuna selalu menulis di rubrik pojok dengan nama samaran Seliguri yang isinya selalu mengambil sikap lantang antikolonial.

Setelah Zaman kemerdekaan beliau aktif di Komite Nasional Indonesia dan Badan Penerangan Pemuda Indonesia. Beliau juga menjadi anggota DPR RIS dan terakhir menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung.

Karena sibuk dibidang politik dan pendidikan beliau lupa memperhatikan diri sendiri sehingga beliau mengetahui dirinya mengidap kanker darah sudah pada stadium lanjut. Akhirnya Rasuna Said meninggal di usia 55 tahun pada tanggal 2 November 1995 dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Bunda HR Rasuna Said yang memiliki pandangan yang tajam. Perempuan cerdas dan memeiliki ketenguhan dalam prinsipnya itu memang telah tiada, tapi hasil perjuangannya memberi jalan bagi wanita-wanita indonesia, tidak hanya rang gadih ranah minang untuk menempuh pendidikkan tinggi. Karena perjuangan beliau dalam merebut kemerdekaan baik melalui tulisan maupun pendidikan, beliau telah dianugrahi gelar Pahlawan Nasional dengan SK Presiden No 084/TK/Tahun 1974.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post