Percepatan Merdeka Belajar
Program merdeka belajar merupakan program Kemendikbud RI Kabinet Indonesia Maju. Alasan Mas Menteri membuat kebijakan ini adalah karena trend menurunnya nilai PISA tahun 2019. Dimana hasil penilaian siswa Indonesia hanya menduduki posisi keenam dari bawah. Untuk bidang matematika dan literasi bahkan menempati posisi ke -74 dari 79 negara peserta. Dengan program ini diharapkan output pendidikan menghasilkan kualitas yang lebih baik, memiliki kemampuan penalaran dananalisa yang tajam serta pemahaman yang komperhensif dalam belajar untuk pengmengembangan diri siswa.
Pokok-pokok kebijakan tersebut adalah: 1) Ujian Nasional (UN) akan diganti dengan Assesmen Kompetensi Minimum. Direncanakan akan dimulai tahun 2021. 2) Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) akan diserahkan pelaksanaanya pada sekolah. 3) Penyederhanaan RPP, sehingga waktuguru- guru dapat dialihkan untuk kegiatan belajar dan peningkatan kompetensi. 4) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tetap menggunakan system zonasi yang diperluas. Untuk teknisnya diserahkan pada pemda.
Namun akibat pandemic covid-19 melanda Indonesia, pemerintah melakukan kebijakan belajar dari rumah (BDR). BDR merupakan program pendidikan lewat siaran televisi dan daring. Awalnya kegiatan ini membingungkan banyak pihak, tidak hanya siswa tapi juga guru.
Dulu diawal pembelajaran daring, program ini dilaksanakan secara mendadak tanpa persiapan. Dipaksa oleh keadaan, guru-guru segera bergerak berinisiatif untuk merancang pembelajaran jarak jauh. Bagi guru yang sudah menguasai IT tentu tidak ada masalah mereka segera bisa beradaptasi dengan berbagai aplikasi belajar dari internet. Bagi guru yang belum terbiasa terpaksa harus bekerja keras belajar menggunakan IT.
Secara alami dalam kondisi ini terjadi proses merdeka belajar. Guru merdeka menentukan metode pembelajaran daring, tidak terbelenggu oleh administrasi dan berusaha berinovasi untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Mengikuti berbagai diklat secara daring untuk meningkatkan kemampuannya seperti yang dilaksanakan olen P4 TK IPA. Diklat ini dengan Metode Masif, Open, Online Cours (MOOCs), juga menempatkan guru untuk merdeka menentukan jenis diklat yang diinginkannya. Sehingga guru-guru akan menjadi guru penggerak yang dapat mengerak pembelajaran yang kondusif meski jarak jauh.
Semua program tersebut telah mempercepat pelaksanaan program merdeka belajar. Inilah Era Internet Pendidikan. Kita tidak pernah menduga akan terjadi percepatan bahkan mungkin oleh Menteri Pendidikan sekalipun. Era ini ditunjukkan oleh perilaku digital. Semua proses pendidikan dilakukan dengan internet. Belajar secara daring, rapat penentuan kelulusan dan kenaikan kelas juga secara daring, diklat secara daring, semuanya secara daring.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
