Ilma Wiryanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Polosnya Jiwa Anak-Anak
Yangti dan Hana koleksi Pribadi

Polosnya Jiwa Anak-Anak

“Hana, sayaaang deh sama Yangti,” Celetuk Hana tiba-tiba sambil memelukku. Gadis kecil berusia empat tahun ini, malam itu sedang berdua denganku di kamar. Cucu kesayanganku ini tak mau lepas dariku sejak kedatanganku sore tadi.

Dia asyik membongkar tasku dan mengeluarkan bebagai isi di dalamnya. Semua benda yang ada di dalamnya terlihat sangat menarik baginya. Ketika dia menemukan lipstick, di mencoba mengoleskan di bibirnya, begitu juga ketika menemukan bedak, dia segera menyapu pipi mulusnya dengan bedakku kemudian menatap dirinya di cermin. Gantungan kunci, bros, pulpen dan semua yang ada di dalamnya akan dia amati dan tanyakan untuk apa gunanya.

Mendengar ucapannya tadi aku begitu terharu. Mataku sampai berkaca-kaca, karena merasakan kasih sayang cucuku kepadaku. Tak sia-sia perjalanan panjang yang aku tempuh dari Bali menuju kota dengan sebutan Paris Van Java ini untuk menuntaskan rinduku kepadanya terbayar tunai.

Memang setiap ada liburan sekolah yang berarti aku juga libur bersama liburnya murod-muriiku, maka aku akan segera terbang ke Bandung menemui cucuku yang semata wayang. Biasanya pada saat liburan Galunagn dan Kuningan yang cukup panjang lebih kurang 14 hari aku akan menemui keluarga besarku di Bandung.

Untuk zaman sekarang dengan transportasi yang cukup mudah, jarak sejauh lebih dari 1.000 KM itu terasa dekat. Hanya memakan waktu lebih kurang dua jam sudah sampai di Bandung dengan pesawat terbang. Namun disaat pandemic dan sedang masa PPKM, penerbangan harus menggunakan tes PCR, maka aku terpaksa harus menempuh jalan darat dengan Bis memakan waktu kurang lebih dua puluh empat jam.

Meski keadaan di dalam bis sangat nyaman, perjalanan selama itu tetap membuat tubuh lerasa lelah. Ketika bertemu cucu dan anak menantu semua rasa lelah itu hilang. Apalagi dengan reaksi Hana yang sangat menyenangkan seperti dia atas.

Dengan penasaran aku mencoba untuk bertanya kepada Hana mengapa dia bereaksi menggemaskan seperti itu,

“Kenapa Hana sayang sama Yangti?” tanyaku penasaran.

“Karena tasnya Yangti isinya macam-macam,” jawabnya polos.

“?????”

Seketika aku tak tahu apa yang harus aku ucapkan. Ackh… aku sudah terlanjur melambungkan anganku terlalu tinggi. Akhirnya aku hanya bisa tersenyum simpul.

“Polosnya jiwa anak-anak,” batinku.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post