Waspadai Prediabetes, Kenali Ciri-Ciri dan Cara Pencegahannya
Pagi Sabtu yang cukup cerah ini setelah beberapa hari sebelumnya selalu diliputi mendung bahkan hujan yang cukup deras, saya isi dengan mengikuti seminar tentang dari Prodia bertajuk “Mengenal Lebih dekat Diabetes Melitus (DM)”
Pembicaranya adalahdr. Muhammad Azman Pasha dari RSUD Singaraja, Bali. Di awal penyajiannya Bapak Dokter memaparkan arti dari kata Diabetes yang berarti kucuran/pancuran dan mellitus yang berarti madu/gula.
Kemudian diuraikan kondisi saat ini tentang penyakit diabetes yang sedang melanda Indonesia maupun dunia. Berikutnya diuraikan tipe-tpe DM ini dan orang yang beresiko terhadap DM. Selanjutnya ciri-ciri dari penderita DM serta kondisi yang mengawali sebelum DM tipe 2 menyerang penderita yang dikenal dengan prediabetes.
Ada empat tipe Diabetes Melitus. Dua diantaranya adalah yang sering kita jumpai yaitu, diabetes tipe 1, disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan patogen (bibit penyakit) malah keliru sehingga menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas (autoimun). Kekeliruan sistem imun pada tersebut bisa dipengaruhi oleh faktor genetik dan paparan virus di lingkungan. Berikutnya Diabetes tipe 2 biasanya terjadi pada orang dewasa dan lansia karena faktor gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurang gerak dan kelebihan berat badan.
Yang paling menarik bagi saya adalah uraian dokter tentang Prediabetes. Kondisi ini adalah kondisi ketika kadar gula dalam darah sudah melebihi batas normal, tetapi tidak setinggi pada penderita diabetes tipe 2. Kondisi ini dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 jika penderita tidak segera mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat.
Menurut saya kondisi ini merupakan tanda bahaya dari tubuh kita akan datangnya penyakit DM. Pada saat ini penting bagi kita untuk menentukan pilihan apakah akan mengacuhkannya atau berupaya mencegahnya.
Mengacuhkannya berarti kita mengikhlaskan diri kita untuk menderita DM yang tidak akan sembuh selamanya. Sedangan ada upaya untuk mencegahnya akan memungkinkan kita terhindar dari DM. semua itu ada pada diri kita sendiri.
Kondisi prediabetes ini terjadi karena terganggunya proses perubahan glukosa menjadi energy dengan bantuan hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Gangguan itu bisa disebabkan oleh pankreas tidak banyak menghasikan insulin yang disebut sebagai resistesi insulin.
Akibatnya, glukosa yang seharusnya masuk ke sel tubuh untuk diolah menjadi energi, justru semakin menumpuk di aliran darah. Jika kondisi ini terus berlanjut, kadar gula dalam darah akan meningkat, sehingga penderita prediabetes dapat terserang diabetes tipe 2.
Prediabetes bisa dialami oleh siapa saja. Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang menderita prediabetes, yaitu:
Memiliki riwayat prediabetes atau diabetes dalam keluarga Memiliki berat badan yang berlebihan Berusia di atas 45 tahun Menderita diabetes saat kehamilan (diabetes gestasional) Menderita PCOS Menderita hipertensi Menderita kolesterol tinggi Mengonsumsi terlalu banyak soda, makanan kemasan, daging merah, dan minuman manis Memiliki kebiasaan merokok Tidak banyak berolahraga atau melakukan aktivitas fisikSeseorang yang kadar gula dalam darahnya melebihi batas normal harus mewaspadai prediabetes ini. Pada kondisi normal, kadar gula dalam tubuh adalah 70ꟷ99 mg/dL sebelum makan dan di bawah 140 mg/dL setelah makan. Sedangkan pada penderita prediabetes, kadar gula darah akan naik mencapai 140ꟷ199 mg/dL setelah makan. Serta disertai gejala diabetes tipe 2, yaitu:
Mudah lelah Penglihatan menjadi kabur Sering merasa haus dan lapar Lebih sering buang air kecil Luka yang tidak kunjung sembuhPrediabetes bila tidak cepat ditangani bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2 dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan lain, seperti: penyakit kardiovaskular, kerusakan saraf, gagal ginjal kronis, luka pada kaki yang berisiko amputasi, kerusakaan mata dan kebutaan, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, masalah pendengaran, dan penyakit alzheimer.
Prediabetes dapat dicegah dengan menjalankan gaya hidup yang sehat. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah:
· Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang
· Melakukan olahraga secara rutin
· Menjaga berat badan agar tetap ideal
· Memeriksa kadar gula darah secara rutin
· Tidak merokok
Bila anda termasuk yang berisiko tinggi mengalami prediabetes. Pemeriksaan sejak dini diperlukan agar penanganan bisa segera diberikan, sehingga diabetes tipe 2 dapat dicegah.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
